Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Jengah Hati yang Terpojok

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Oleh : Biyan Mudzaky H.

 

Jikalau isun boleh bertanya

Isun mempertanyakanlah pasal sila ke lima

Ketika damai dan tentram sulit didapat

Ketika kerukunan dan kesenangan bersama diraihpun tak dapat

 

Ketika isun berbelok sedikit

Baik yang dikiri kanan dan atas dengan kerasnya bersuara

Memanggil datang sang Izroil Mungkar Nakir mendekat

Lalu seketika menjadi satu suara semua

 

Sang Garuda dengan gagah menaruh padi dan kapas didadanya

Namun Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat tidak pernah Isun rasakan!

Tirani berjejer dari tingkat atas hingga ke tingkat sehina kecoa

Kekerasan dan gunjingan terasa menyesakkan

 

Pun ditingkat yang dimana kita bisa berlindung

Tidak bisa diharapkan, semua hanya imaji

Jengah! Alasanmu tidak bisa lagi kubendung

Marah! Ceritamu hanya membuatku terhadapmu semakin geli

 

Omong kosong apalagi yang kau lontarkan

Jikalau hanya tertawa diatas penderitaan isun ini?

Engkau tak akan tau, dan takkan mau tau yang kurasakan

Kau menghina dan menganiaya orang demi kesenangan golongan dan diri!

 

Tentang Penulis: Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Saat ini ia aktif sebagai staff Redaksi dan menjadi Fotografer di LPM Perspektif.

 

(Visited 145 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts