Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

PEMIRA UB 2015 : Calon DPM UB Kurang Memahami Soal NKK/BKK.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF Debat terbuka Pemilihanan umum raya Universitas Brawijaya berlangsung pada sore hari (14/12) di Lapangan Rektorat . Debat terbuka yang dihadiri oleh 23 calon Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DPM UB) dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama diikuti oleh calon DPM nomor urut 1 sampai 12, dan sesi kedua diikuti oleh calon DPM nompr urut 13 hingga 23.

Pada debat sesi pertama , salah seorang audience menanyakan terkait dasar adannya kebijakan NKK/BKK serta pencalonan mereka (red. Calon DPM) memiliki kepentingan atau tidak. Calon DPM UB nomer urut pertama , Marwah mengatakan bahwa NKK/BKK ini terjadi ketika jaman Suharto, dimana seorang mahasiswa fokus pada akademik, sedangkan kepentingan yang dia bawa adalah kepentingan mahasiswa Brawijaya. Sedangkan, Tahan Silangit dari nomor urut tiga memaparkan bahwa pada saat PK2maba organisasi ekstra itu tidak diperbolehkan masih. Calon yang menjadi panitia PK2maba itu pun mengatakan bahwa ,seandainnya organisasi ekstra kampus itu masuk, maba yang pikirannya masih kosong akan terisi oleh apa yang belum pantas mereka dapatkan.

Asa, audience yang mengajukan pertanyaan tersebut menyatakan bahwa tidak berharap manis kepada calon DPM “Belum ada pernyataan, jawaban atau statement dari para calon ini mengenai apa yang saya tanyakan. Selain itu dinamika setiap tahun yang terjadi selalu seperti ini, mereka berbondong – bondong untuk bagaimana bilang bahwa saya independen jelas – jelas pada kenyataan mereka tersekat – sekat oleh fraksi mereka masing – masing entah itu omek atau anti omek” ujar mahasiswa tersebut.

Ketika dikonfirmasi oleh awak perspektif, Apakah pencalonan DPM ini merupakan sandiwara ? “ Bisa ukdikatakan ini adalah sandiwara yang saya perumpamakan seperti buah jeruk, buah jeruk itu kulitnya kuning dalamnya kuning, namun kalau mereka ini seperti buah semangka, kulitnya hijau dalamnya warnannya merah , kalau ketika diluar ngomongnya hijau dalemnya warna merah tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan”. (nnd)

(Visited 510 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts