Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tak Dapat Info, Ubah Aksi Jadi Sosialisasi

Anggota Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar sedang menyiapkan spanduk untuk aksi Di Taman Trunojoyo Malang, Senin (9/11).

Malang, PERSPEKTIF – Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar mengadakan aksi berupa sosialisasi kepada masyarakat yang bertempat di Taman Trunojoyo Malang, Senin (9/11). Sebelumnya, aliansi masyarakat ini hendak mengadakan aksi setelah adanya isu bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang akan mengadakan pertemuan dengan PT. Amerta Indah Otsuka dan dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang yang membahas terkait desain revitalisasi Hutan Kota Malabar, tanpa melibatkan masyarakat.
“Rencananya sesuai tempat dimana mereka mengadakan pertemuan. Tapi karena kita tidak  mendapatkan info tentang tempat pertemuan, jadi acara ini beralih kepada sosialisasi kepada masyarakat  bahwa ada masalah seperti ini di hutan kota Malabar,” ungkap Novanda selaku anggota Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar.

Adapun Aliansi Masyarakat ini memberikan tuntutan agar Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang menyusun mekanisme partisipasi dari pembahasan Hutan Kota Malabar dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Aliansi juga mendesak transparansi pembahasan yang dilakukan oleh ketiga pihak yang terkait (Pemerintah Kota, DPRD, dan PT. Otsuka) mengenai revitalisasi Hutan Kota Malabar.

“Kami juga mendesak Pemerintah Kota dan DPRD untuk dilibatkan dalam pembahasan revitalisasi Hutan Kota Malabar ini,” tambah Novada.
Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar ini terdiri dari berbagai komunitas yang menjadi satu dalam kegiatan aksi Malabar ini.
“Saya ikut aliansi ini karena saya menolak juga tentang adanya relokasi,renovasi, penghilangan atau pengurangan lagi hutan kota ini. Apalagi hutan kota di Malang hanya tinggal satu,tidak ada lagi yang lain,” tutur salah seorang anggota yang hadir dalam kegiatan aksi.
“Pemerintah mendengar suara kecil para rakyat. Pemerintah juga harus tahu fungsi dari hutan kota ini bagi kehidupan kita apa saja. Kalau hutan kota ini dibabat, bagaimana kehidupan di Malang.Akan semakin panas,” ungkapnya tentang harapan dari aksi yang dilakukan.(kmb)

(Visited 53 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts