Malang, PERSPEKTIF – Aksi Kamisan Malang ke-135 kembali digelar di depan Balai Kota Malang pada Kamis sore (9/4). Angka peringatan tersebut bertepatan dengan jumlah korban yang meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan. Mengusung tema “Justice for 135+” aksi kali ini tampil lebih istimewa dengan menghadirkan pertunjukan seni tari dan teater bertajuk Kanjurusuhan.
Hasan (bukan nama sebenarnya), fasilitator Aksi Kamisan menjelaskan bahwa gelaran aksi ke-135 ini sengaja dirancang istimewa karena angka peringatannya bersesuaian langsung dengan jumlah korban dari tragedi tersebut.
“Karena ini kamisan yang ke-135, persis dengan angka yang sudah direnggut dari Tragedi Kanjuruhan,” ujarnya (9/4).
Pertunjukan seni dalam aksi ini dibawakan oleh sembilan orang penari dan performer dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Brawijaya (UB). Rehan, salah satu performer sekaligus kreator pertunjukan, menjelaskan bahwa Kanjurusuhan merupakan seni pertunjukan eksperimental berbentuk monotaria (eksperimen tubuh monolog yang terbentuk dari fragmen-fragmen peristiwa Tragedi Kanjuruhan).
“Sebenarnya para korban itu belum usai, karena sampai saat ini belum ada keadilan yang memang benar-benar adil untuk para korban dan juga keluarga,” ungkap Juwita, salah satu performer Kanjurusuhan (9/4).
Pertunjukan Kanjurusuhan ini merupakan yang ketiga kalinya dipentaskan. Volume pertama dipentaskan pada Desember 2022 tidak lama setelah tragedi terjadi, volume kedua menjadi bagian dari tugas akhir Sarjana Pendidikan Seni Drama dan Musik Rehan di UNESA pada 2025, dan kini volume ketiga hadir di panggung Kamisan Malang dengan fokus pada tubuh korban sebagai monolog.
Komite Aksi Kamisan telah mengundang perwakilan dari Jaringan Solidaritas Korban Kanjuruhan (JSKK) serta Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK). Meski keluarga korban berhalangan hadir, salam dan permohonan maaf mereka disampaikan secara langsung kepada massa aksi. Salam juga datang dari Ibu Sumiarsih, inisiator Aksi Kamisan di Jakarta, sebagai bentuk solidaritas atas aksi yang digelar di Malang.
Hasan berharap kedepannya dengan adanya bantuan dari semua elemen masyarakat untuk tetap mengawal dan menolak lupa atas tragedi ini. Karena untuk merubah semua hal, kita membutuhkan banyak pihak untuk saling menopang.
(saz/pa/fdn/yzn)





