Jatuh cinta saat musim panas terasa menyenangkan,
bahkan sangat menyenangkan kalau boleh aku katakan.
Terik matahari yang menyengat disertai pipi yang memanas
setiap kali mata beradu pandang.
Lirikan mata yang tidak jelas itu kerap kali membuat diri berdebar,
mengurai semua benang kusut yang ada.
Senyuman yang tak pernah dilontarkan disimpan jauh-jauh,
menunggu waktu yang tepat untuk dikeluarkan,
walau pada akhirnya tidak pernah tersampaikan.
Ah, lucunya kisah jatuh cinta pada musim panas.
Namun, bumi terus berputar, menyebabkan musim silih berganti.
Kini, jatuh cinta pada musim panas sudah tidak bisa dilakukan.
Atau lebih tepatnya jatuh cinta sudah tidak bisa dilakukan.
Masanya sudah habis, tetapi kenangannya tersimpan dengan manis.
Wahai musim hujan,
dan wahai musim gugur,
Apakah jatuh cinta pada musim kalian akan semenyenangkan jatuh cinta pada musim panas?
Toh, musim panas memang waktu yang tepat untuk jatuh cinta, bukan?



