Malang, PERSPEKTIF – Keberadaan Laboratorium Bahasa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) hingga kini masih belum banyak diketahui mahasiswa. Letaknya di Gedung C lantai 4, namun dianggap kurang terlihat sehingga membuat fasilitas tersebut kerap luput dari perhatian mahasiswa yang melintas.
“Saya nggak tahu kalau ada lab bahasa,” ujar Mohammad Ghulam Mumtaza, mahasiswa Sosiologi angkatan 2023 (17/03). Meski telah lama berkuliah, ia mengaku baru mengetahui keberadaan Laboratorium Bahasa FISIP UB saat diwawancarai.
Senada dengan Ghulam, Laily Aisyaning Rahma Putri, mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2023, berpendapat bahwa penanda Lab Bahasa FISIP UB kurang terlihat dibandingkan ruangan SDGs.
“Kalau di ruang seberang (Ruang Tobacco Research and Development Center, red) yang sebelumnya pusat SDGs itu tulisannya besar, jadi orang-orang tau,” ujarnya (09/03).
Di sisi lain, Kepala Laboratorium Bahasa FISIP UB, Reza Triarda, mengaku baru mengetahui lokasi pasti laboratorium saat diangkat pada Februari lalu. Pernyataan ini turut menunjukkan kurangnya informasi internal terkait perpindahan fasilitas. Reza menilai penempatan laboratorium di Gedung C kurang strategis.
“Saya sepakat juga (lokasinya tidak strategis, red) aktivitas mahasiswa itu kan di Gedung B, gedung C ya paling kalau kuliah dan itu tidak banyak,” jelasnya (13/03).
Kemudian Reza juga menjelaskan jika Laboratorium Bahasa sudah berdiri sejak 2021. Laboratorium ini memberikan layanan berupa proofread and translate yang diberikan oleh Brawijaya Language Center (BLC), serta persiapan tes Bahasa Inggris.
Laboratorium Bahasa yang hingga kini belum banyak dikenal mahasiswa akan berganti nama menjadi Language Empowerment for Academic Development (LEAD). Perubahan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga diiringi peningkatan visibilitas dan akses informasi agar pemanfaatannya lebih optimal.
(alr/pa/jul)





