Malang, PERSPEKTIF — Panitia Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Universitas Brawijaya (UB) meningkatkan promosi melalui spanduk, baliho, dan media kampus pada 13 hingga 17 Oktober 2025 untuk mendorong partisipasi pemilih. Meski antusiasme meningkat dibanding tahun lalu, jumlah kehadiran pemilih masih terbilang rendah dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 55.000 mahasiswa.
Wakil Ketua Pelaksana Pemira, Eva, mengatakan promosi dilakukan lebih masif melalui videotron, media cetak kampus, serta kolaborasi konten dengan akun resmi UB, termasuk Instagram Universitas Brawijaya dan TikTok UB Radio. “Bisa dilihat viewers konten di UB Radio sekarang sudah mencapai lebih dari 30.000,” ujarnya (19/12).
Kenaikan juga terlihat pada jumlah penonton Debat Publik Pemira yang mencapai 1.200 orang, dari tahun lalu yang hanya kurang dari 1000. Meski demikian, angka kehadiran tersebut tetap hanya sekitar dua persen dari total pemilih yang terdaftar. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa secara langsung masih jauh dari harapan.
Panitia Pemira menyebut jadwal perkuliahan yang berbeda di tiap fakultas sebagai salah satu kendala kehadiran mahasiswa di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Pemungutan suara di hari weekday, sementara jadwal tiap fakultas dan tiap angkatan itu berbeda. Kita hanya punya waktu (untuk pemilihan, red) dari jam 8 sampai jam 4 sore,” ujar salah satu panitia dalam wawancara (19/12).
Namun, alasan tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab rendahnya partisipasi dalam pemilihan lembaga tertinggi kemahasiswaan UB.
Kritik juga datang dari mahasiswa yang menilai promosi belum. Adam, mahasiswa Sosiologi mengaku mengetahui informasi Pemira dari Instagram, tetapi jarang menerima sosialisasi langsung di area fakultas.
“Mungkin perlu sounding lebih sering di fakultas supaya semua tahu dan merasa penting ikut memilih,” ujar Adam (19/12).
Panitia menyebut akan mengevaluasi tingkat kehadiran Daftar Pemilih Datang (DPD) dan efektivitas promosi setelah Pemira. Meski strategi promosi berencana dipertahankan jika dinilai berhasil, belum ada kepastian langkah yang mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa secara signifikan ke depan. (rlr/nrm/in/jul/rnz)




