Malang, PERSPEKTIF — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya telah menuntaskan Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) dengan kemenangan Pasangan Calon (Paslon) tunggal. Difa Nafchan Shofa Al-Khowarizmi dan Anna Davina terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP periode berikutnya, setelah mengalahkan kotak kosong (19/11).
Hasil perhitungan suara menunjukkan Paslon 01 berhasil meraih 1.242 suara (61.58%). Namun, kontestasi ini mencatatkan angka penolakan yang signifikan, di mana kotak kosong mendapatkan 648 suara (32.13%). Sementara itu, total abstain tercatat sebanyak 127 suara (6.30%).
Kemenangan ini diwarnai oleh dinamika tinggi yang menunjukkan adanya gesekan pendapat di kalangan mahasiswa. Difa Nafchan, Presiden BEM terpilih, mengakui bahwa proses Pemilwa dan pasca-pengumuman menunjukkan adanya skill politik mahasiswa FISIP yang tinggi.
Menanggapi ketegangan pasca-pengumuman real count, Difa menyatakan,
“Entah berbagai dinamika yang terjadi, positif atau negatif, bagi kami hanya perbedaan cara, pandangan aja. Tapi alhamdulillahnya setelah pemilihan ini kami harap bisa kembali jadi satu FISIP.” ujarnya saat ditemui di Lapangan Rektorat pasca selebrasi kemenangan (19/11).
Sebagai langkah nyata menanggapi tingginya suara penolakan (kotak kosong), Difa-Anna menjadikan perbaikan program kerja sebagai prioritas utama.
“Kita akan coba untuk memperbaiki grand design. Kita coba optimalkan kembali grand design-nya. Dan yang kedua, kita coba optimalkan grand design ini dengan student assessment,” ungkap Difa (19/11).
Wakil Presiden terpilih, Anna Davina, menegaskan bahwa mereka siap menerima seluruh saran dari mahasiswa yang telah disampaikan saat debat publik dan akan menjadikannya landasan utama kepengurusan tahun depan.
Tantangan utama yang dihadapi Difa-Anna selama proses Pemilwa adalah timeline yang singkat, mengingat Pemilwa FISIP tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan Pemira.
“Timeline sih, Kak. Karena ya mepet dan karena baru tahun ini mungkin ya ketika aku dari maba sampai sekarang baru tahun ini Pemilwa nya bareng sama Pemira kan. Jadi ya itu mepet sih akhirnya wah banyak persiapan yang tak tak tak kayak gitulah bahasanya,” pungkas Difa (19/11).
(nat/nka)




