Malang, PERSPEKTIF – Proses Pemilihan Raya (PEMIRA) Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya (UB) telah usai. Setelah pemungutan suara pada 19 November 2025, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01, Muhammad Azhar Zidane dan Kafitan Aidil, resmi memenangkan kontestasi sebagai Presiden dan Wakil Presiden EM UB 2026.
Hasil perhitungan suara menunjukkan Paslon 01 memimpin dengan perolehan 8.454 suara atau 52.20%. Disisi lain, Paslon 02, Fitra Abdilah dan Yusuf Hafidzun mendapatkan 6.671 suara (41.19%), dan total abstain tercatat sebanyak 1.070 suara (6.61%).
Langkah awal Paslon 01 setelah terpilih adalah berfokus pada rekonsiliasi dan mengurai polarisasi yang terjadi selama kontestasi.
“Sudah, momentum Pemira ini adalah momentum terakhir. Ini bukan momentum untuk polarisasi. Harapannya setelah hari ini semuanya kita saling berjabat tangan,” ucap Zidane.
Zidane berharap seluruh mahasiswa, baik yang aktif di organisasi, prestasi, wirausaha, maupun self-development, dapat gotong-royong bersinergis untuk membangun UB yang lebih baik.
Barqah Prantama, Ketua Panitia Dosen Pemira, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kontestasi ini.
“Alhamdulillah Pemira kita berjalan dengan aman, lancar. Beberapa kendala-kendala teknis yang terjadi dan itu alhamdulillah tim dari panitia mahasiswa sangat lincah ya untuk mengatasi. Menang dan kalah itu adalah keniscayaan, tapi effort kalian itu sungguh luar biasa bagi Universitas Brawijaya,” ujar Barqah. (19/11)
Lebih lanjut, pihak panitia pelaksana mahasiswa, Davina Jasmine Helmy selaku Wakil Koordinator Humas Pemira mengakui adanya hambatan teknis yang dilaporkan.
“Memang beberapa faktor terdapat kendala seperti lokasi itu memang terdapat kendala dari pihak DTI (Direktorat Teknologi Informasi, red) dan juga pihak fakultasnya. Jadi memang beberapa mahasiswa itu sudah bisa voting karena memang tidak terdaftar dalam datanya,” jelas Davina. Ia menambahkan bahwa kendala terkait DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan akses telah dilaporkan dan ditangani oleh DTI UB melalui PSIK (Pusat Sistem Informasi dan Kehumasan) setiap fakultas. (19/11)
(nat/nka)




