MALANG, PERSPEKTIF – Wakil Dekan (Wadek) II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Lukman Hakim, pada Rabu (08/10) dalam wawancara tim LPM Perspektif menegaskan pembukaan prodi baru menjadi krusial untuk menjaga keberlangsungan manajemen dan keuangan fakultas. Pihak fakultas tengah mengusulkan pembukaan dua program studi (prodi) baru, yaitu Kriminologi dan Kesejahteraan Sosial. Langkah ini ditujukan sebagai strategi antisipatif untuk menjaga stabilitas fakultas menyusul rencana pemisahan Prodi Psikologi menjadi fakultas mandiri.
“Kalau Psikologi keluar, kita harus menyiapkan pengganti agar anggaran kemahasiswaan dan kegiatan akademik tetap stabil,” ujar Lukman. (08/10)
Sebagai persiapan, FISIP UB juga akan merekrut tenaga pengajar baru untuk memenuhi syarat pendirian prodi. “Syarat pendirian prodi baru itu lima dosen, jadi kami pasti akan mencari yang punya latar belakang kriminologi,” tambah Lukman.
Usulan ini juga sejalan dengan status UB sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang menuntut kemandirian dan pengembangan unit akademik.
Menurut Anggota Senat FISIP UB, Darsono Wisadirana, rencana pendirian Prodi Kriminologi telah mencapai tahap proposal sekitar 70% dan ditargetkan rampung pada Desember 2025. Ia menjelaskan, prodi ini diusulkan berada di bawah FISIP karena sesuai dengan nomenklatur keilmuan di Indonesia, meskipun awalnya sempat diwacanakan berada di fakultas lain.
Sementara itu, Prodi Kesejahteraan Sosial merupakan gagasan lama yang dihidupkan kembali. Rencana ini sebelumnya sempat tertunda karena perbedaan visi dengan sponsor.
“Rencana kerja sama dengan gubernur (sebelumnya, –red) untuk Program Studi Kemiskinan tidak dilanjutkan, sebab pihak Jakarta (Ditjen Dikti, –red) tidak mau membuka (Prodi, red) Kemiskinan, melainkan Kesejahteraan,” jelas Darsono mengenai alasan penundaan saat itu. (09/10)
Rencana pembukaan prodi baru ini mendapat sambutan hangat dari kalangan mahasiswa. Stefani, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2025, menilai Prodi Kriminologi memiliki prospek yang besar karena masih langka.
“Aku excited karena jurusan ini belum banyak di kampus lain,” ujarnya.
Rekan seangkatannya, Chelsea, menilai bahwa pembukaan prodi yang terbilang langka ini akan menjadi pembeda kuat bagi UB, sehingga berpotensi menarik minat lebih besar dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sedang memetakan pilihan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
(fm/fel/cz/rnz)




