Lompat ke konten

Menyambut Kepengurusan Baru, Ecoscape Dipastikan Berlanjut dengan Perubahan 

Ilustrasi: Anggi

Malang, PERSPEKTIFEcoscape, program kerja milik Kementerian Sosial dan Lingkungan (Sosling) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) yang berfokus pada kesadaran lingkungan, dipastikan berlanjut tahun ini. Namun, program kerja ini mengalami pergeseran sasaran dari mahasiswa ke pelajar sekolah.

Muhammad Fathurrahman, Menteri Sosial dan Lingkungan BEM FISIP UB 2025 memberikan tanggapan terkait perubahan sasaran tersebut. Tidak seperti tahun lalu, Kementerian Sosling kini mengarahkan Ecoscape kepada pelajar sekolah di wilayah Malang Raya. 

“Kalau Ecoscape itu tetap lanjut, tapi bukan untuk mahasiswa FISIP lagi. Fokusnya kita arahkan ke luar, ke sekolah-sekolah di Malang dan Kabupaten Malang,” jelas Fathurrahman (17/4).

Pada tahun sebelumnya, Ecoscape menargetkan mahasiswa FISIP UB sebagai sasaran program kerja, tidak hanya pelajar sekolah. Namun, perubahan pada tahun ini dilakukan untuk memantapkan target sasaran yang lebih spesifik. 

Lebih lanjut, Fathurrahman menuturkan bahwa Ecoscape akan tetap membawakan materi seputar kesadaran lingkungan kepada mahasiswa seperti tahun lalu. Akan tetapi, segmen mahasiswa FISIP kini tidak lagi disatukan dalam Ecoscape, melainkan dialihkan ke program kerja lain yang diberi nama FISIP Sadar Lingkungan. 

“Sebetulnya bukan diubah secara besar-besaran, cuma difokuskan lagi sasarannya. Kalau mahasiswa ya kita arahkan ke FISIP Sadar Lingkungan. Sementara itu, Ecoscape untuk pelajar sekolah,” tambahnya.

Fathurrahman juga menyebut bahwa salah satu alasan keberlanjutan Ecoscape adalah karena kesadaran lingkungan perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Ia menganggap Ecoscape masih relevan untuk terus dijalankan. Meski tidak lagi menyasar mahasiswa FISIP, Kementerian Sosling tetap mengajak seluruh civitas untuk ikut meningkatkan kesadaran dan aktif menjaga kebersihan lingkungan kampus. 

“Harapannya, mahasiswa bisa lebih sadar lagi. Minimal buang sampah pada tempatnya,” tutur Fathurrahman.

Upaya untuk menyebarluaskan informasi mengenai program kerja Sosling, termasuk Ecoscape, juga tengah digencarkan melalui media sosial. Fathurrahman menyebut bahwa media sosial, seperti Instagram dan TikTok, akan dimaksimalkan untuk penyebarluasan informasi.

Sementara itu, Astari Hanifah, Ketua Pelaksana Ecoscape 2024, enggan berkomentar ketika dihubungi oleh tim Perspektif guna memperoleh informasi lebih mendalam soal Ecoscape tahun lalu. Ia menyatakan bahwa dirinya dan rekan-rekannya tahun lalu telah sepakat untuk tidak menjadi subjek wawancara. Alasannya adalah status mereka sebagai demisioner yang tidak lagi berwenang memberikan pernyataan resmi terkait program kerja yang kini dijalankan oleh pengurus aktif.

“Ini sebagai bentuk kami menghargai Sosling 2025 agar tidak ada narasi ikut campur di kepengurusan mereka,” ungkap Astari secara daring (27/4).

Dengan pergeseran target sasaran Ecoscape ini, Sosling berupaya meningkatkan kesadaran lingkungan agar tidak hanya terbatas di lingkup kampus, tetapi bisa menjangkau ruang-ruang di luar kampus yang lebih luas, salah satunya adalah sekolah di Malang Raya.

(alr/cz/ley/cea)

(Visited 110 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?