Majalah

SALAM PERSMA! Pembaca budiman. Tahun ini kami akhirnya hadir dan dapat merampungkan proses penggarapan majalah. Dalam prosesnya, semua anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Perspektif ikut bergabung, proses pengumpulan isu menjadi tanggungjawab bersama, bukan lagi diemban oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan sebagai pencari isu ataupun dirapatkan di dalam dapur redaksi. Kami mencoba membuka ruang yang demokratis, tiap-tiap individu berhak untuk mengajukan dan mempertahankan isunya, tentu dengan catatan mempunyai argumen yang kuat. Total terkumpul ada 10 isu, yang nantinya akan diseleksi lagi. Isu-isu yang terkumpul melalui proses penggodokan, dengan beberapa kelompok untuk menganalisis isu tersebut dengan disertai data. Dari kesepuluh isu tersebut, Kampung Tematik, tidak masuk ke dalamnya. Tema Majalah yang saat ini hadir di tangan pembaca, muncul saat diskusi mengenai tema majalah telah mencapai tahap penentuan tema. Dalam jurnalistik kami melihat sisi menarik dari adanya Kampung Tematik, kami mencoba menangkap konflik yang terjadi di dalamnya, mengupas sisi lain yang selama ini dicitrakan baik-baik saja. Itulah yang menjadi tugas jurnalisme bagi kami. Sisi menarik tersebutlah yang juga kami hadirkan dalam beberapa rubrik seperti rubrik Liputan Khusus, mengenai cerita sukses kampung 3G. Dalam rubrik Kampus Flash ada cerita mengenai Senjakala Koperasi Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), di rubrik Ragam kami mencoba menelusuri salah satu percetakan tertua di Kediri. Tentunya, dalam hal peliputan kami juga menemui beberapa kendala mulai dari reporter yang mulai diburu rasa jenuh, sampai pada permasalahan tenggat waktu. Melalui surat ini kami mencoba terbuka kepada para pembaca mengenai kerja-kerja keredaksian majalah kami. Harapannya adalah kami lebih dekat dengan pembaca sehingga tidak menimbulkan jarak, yang terkesan kami menjadi menara gading. Melalui surat ini juga kami berterimakasih kepada seluruh anggota LPM Perspektif yang telah bersama-sama menggarap majalah ini. Akhir kata, Selamat Membaca! Redaksi
Sabtu, 3 Desember 2016
Salam Persma! Pada mulanya, pemilihan tema majalah ini berjalan biasa-biasa saja, meskipun sesekali masih diselingi perdebatan alot. Kurang lebih ada delapan isu yang diajukan menjadi tema majalah. Setelah melewati penyaringan, beberapa isu terpaksa digugurkan, dan di titik ini, perdebatan demi perdebatan mulai menguar memenuhi ruang diskusi. Palu sudah diketok, yang akan pembaca baca inilah yang kemudian terpilih menjadi tema majalah kali ini. Di tengah penggarapan majalah, beberapa awak mulai merasakan sedang diburu kutukan. Selain itu, juga mesti berhadapan dengan batasan-batasan yang muncul kemudian. Diskusi demi diskusi harus berjalan, memburu informasi juga harus berjalan beriringan. Tidak hanya diburu deadline, awak LPM Pers­pektif juga kemudian ganti memburu narasumber, meminta keterangan pada mereka. Sama seperti penggarapan majalah ini, tiap kota, atau dalam tahap yang lebih tinggi yakni negara pun juga diburu kutukan yang sama, bahkan lebih besar: pembangunan. Sebab, semua kutukan selalu menuntut apapun yang dikerjakan menjadi baik, diterima dan mengatasi berbagai keterbatasan. Hasilnya, meskipun terbatas oleh ruang, dan tidak semua informasi layak dijadikan acuan, rubrik Laporan Utama memuat bebe­rapa hal mengenai apa saja yang terjadi selama kota ini dibangun. Tidak hanya itu, melalui rubrik itu, majalah ini juga menyempatkan diri membuat riset dampaknya terhadap kemacetan yang kerap terjadi. Rubrik lain, seperti Laporan Khusus, Ragam, Kampus Flash pun dibuat tidak jauh-jauh dari apa yang dimaksud dengan beberapa hal berikut: modern, dan membangun. Rubrik Ra­gam misalnya, ada dua artikel yang memuat dua hal itu, yakni: mengapa naskah kuno kian ditinggalkan. Sedangkan artikel yang lain, membahas perjuangan masyarakat adat Sembalun melawan gelombang mo­dernisasi. Melalui ruang yang terbatas ini, kami berterima kasih kepada semua anggota LPM Perspektif yang bersedia meluangkan waktu untuk terus belajar dan mengerjakan majalah ini. Selain itu, kami berte­rima kasih kepada semua pihak yang mendukung penerbitan ini sehingga bisa sampai di tangan orang yang juga menjadi alasan pen­ting majalah ini dikerjakan: pembaca. Akhir kata, selamat membaca. Redaksi
Kamis, 28 Januari 2016
Kamis, 28 Januari 2016

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts