Shadinta Aulia

Mari sekali lagi merayakan keberagaman etnik yang ada di Ibu Pertiwi. Buletin kali ini mencoba merangkul keberagaman dan menghargai budaya Indonesia. Salam Budaya, Salam Sastra.
Kamis, 27 Desember 2018
Kerap kali jika orang berbicara kita langsung menjawab tidak mendengarkan dengan seksama. Ketika terbiasa mendengarkan untuk mendengar tidak untuk mengerti. Buletin kali ini bertemakan diam untuk lebih mengerti keadaan sekitar. Diam bukan berarti buruk, diam berarti mencoba mengerti sebentar.
Kamis, 6 Desember 2018
Editorial- Perbaiki Pelayanan Bagi Mahasiswa Difabel  Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara, tidak terkecuali penyandang disabi- litas. Akan tetapi, akses bagi penyandang disabilitas ke Perguruan Tinggi (PT) masih terbatas. Pada tahun 2017, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) tentang Nomor 46 Tahun 2017 tentang pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus di Perguruan Tinggi (PT). Universita Brawijaya (UB) telah lebih dulu menerapkan pendidikan inklusif dengan berdirinya Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) dan Seleksi Program Khusus Penyandang Disabilitas (SPKPD) sejak 2012. Setiap tahunnya UB menerima sekitar dua puluh hingga tiga puluh mahasiswa difabel. Sebagai kampus yang disebut-sebut ramah difabel, sudah seharusnya UB memberikan kemudahan mahasiswa difabel baik dalam segi fasilitas fisik maupun non-fisik serta keikutsertaan dalam organisasi kampus. Dari segi fasilitas masih banyak yang belum terpenuhi, ke- terbukaan organisasi kampus di UB pun masih minim keterlibatan mahasiswa difabel. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi UB sebagai kampus ramah difabel.
Senin, 15 Oktober 2018
Editorial- Menilik Seratus Hari Kerja Nuhfil Hanani Nuhfil Hanani terpilih sebagai rektor periode 2018-2022. Sebagai rektor baru, Nuhfil dihadapkan dengan berbagai masalah yang harus dibenahi. Masalah lama yang belum kunjung terselesaikan yaitu legalitas UB kampus Kediri dan Program Vokasi. Belum jelasnya legalitas UB Kediri, berdampak tidak dibukanya penerimaan mahasiswa baru dan beberapa mahasiswa lama dipindahkan ke UB kampus Malang. Kemudian, masalah legalitas Program Vokasi yang sampai sekarang belum ada kejelasan. Selanjutnya, masalah yang sudah berlarut-larut belum ada jalan keluarnya yaitu kurangnya lahan parkir dan pencurian sepeda motor (curanmor). Masalah yang sudah dua tahun ini menjadi pembicaraan masyarakat UB dan penolakan dari beberapa elemen, status Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH). Kemudian, pada bulan Mei lalu Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) mengumumkan tujuh universitas yang terpapar paham radikalisme, UB merupakan salah satunya. Kemudian, penurunan peringkat UB menjadi peringkat 12 nasional versi Kemenristekdikti. Penurunan peringkat ini menjadi perhatian oleh jajaran rektorat, bahkan menghubungkan penurunan dengan status PTN-BH. Selamat Pak Nuhfil.
Jumat, 17 Agustus 2018
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu rangkaian yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Baru setiap tahunnya. PKKMABA ini tidak hanya untuk melakukan perkenalan kehidupan kampus, namun Mahasiswa Baru juga diberikan penugasan oleh pihak panitia dengan mempertimbangkan apa yang akan dihasilkan nantinya. Bagi Mahasiswa Baru tugas yang diberikan cukup banyak, baik atribut, barang bawaan maupun tugas tambahan untuk yang melanggar aturan. Dalam rangkaian PKKMABA ini terkadang menjadi hal yang ribet dan membuat Mahasiswa Baru terlihat konyol, padahal tujuan dari kegiatan ini untuk memperkenalkan kampus kepada Mahasiswa Baru. Kehadiran menjadi salah satu yang penting untuk mempertimbangkan kelulusan PKKMABA, hal ini agar Mahasiswa Baru senantiasa hadir dalam rangkaian PKKMABA. Jika kehadiran tidak memenuhi syarat kelulusan PKKMABA dan tidak mengulang pada tahun depan, maka Mahasiswa Baru tidak bisa mengikuti Organisasi Fakultas maupun Universitas, serta Mahasiswa Baru akan dipersulit pada proses kelulusannya. Mahasiswa hadir tidak untuk mudah menyerah, lakukan apa yang harus dikerjakan. Manfaatkan segala waktu yang ada dan jangan menyia-nyiakan kesempatan. Selamat datang Mahasiswa Baru FISIP UB, Selamat Berjuang dan Berproses dengan baik.
Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang Mahasiswa FISIP Kedatangan mahasiswa baru merupakan suatu hal yang istimewa bagi tiap-tiap kampus, terutama bagi kampus jingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB). Dalam penyambutannya panitia dari mahasiswa dan dekanat selalu mempersiapkan segala macam persiapan. Ada yang menarik dari penyambutan mahasiswa tahun ini. Awal pembentukkan panitia tahun ini sudah terjadi permasalahan. Panitia sempat mengalami perubahan dan pengumuman panitia yang pasti diumumlan sebulan sebelum pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dilaksanakan. Banyak keributan yang terjadi pada pengumuman kepanitiaan dari ketua pelaksana yang dianggap tidak mengikuti saran dari Steeering Committee (SC), panitia yang diumumkan di Official Account  Line Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) tidak sah hingga DPM dianggap melanggar tupoksinya. Mungkin dalam hal ini harus ada konsensus perlu terus dibangun, agar menemui titik tengah dari permasalahan yang terjadi. Baik itu mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen atau pihak dekanat, serta seluruh civitas akademika FISIP. Sehingga semuanya dapat berjalan secara beriringan. Akan tetapi, dibalik permasalahan yang terjadi di awal, berdasarkan pengamatan awak Perspektif  PKKMABA berjalan lancar.  Akhir kata selamat datang mahasiswa baru FISIP UB, selamat berjuang di kampus jingga.              
Rabu, 15 Agustus 2018
Mahasiswa    identikkan dengan kemandirian, mahasiswa sudah dianggap tidak perlu bergantung dengan orang lain. Diusia-usia tersebutlah harus menjadi manusia yang tangguh mampuditempadenganberbagai hal dan bertanggung jawab akan beban yang ditanggungkan dipundaknya. Karena menjadi mahasiswa itu harus bisa menghadapi persoalan dan mempertimbangkan konsekuensi yang akan diterima. Mulai dari agentof change yang menempatkan mahaiswa sebagai pelopor perubahan yang menjadi titik tolak berubahnya orientasi kehidupan kearah yang lebih baik. Ada juga yang beranggapan bahwa mahasiswa  merupakan agent  of social control, di mana peran aktif mahasiswa dalam mengawal berbagai bentuk kehidupan dan permasalahanya sangat dituntut karena ada pandangan bahwa mahasiswalah kaum  yang netral dan belum terkontaminasi dengan berbagai kepentingan yang berjalan seiring dengan permasalahan terutama yang menyangkut kebijakan publik. Mahasiswa juga merupakan iron stock, muncul sebagai harapan yang dititipkan kepada kamu pembaharuam dan sosok-sosok penerus peradaban di masa yang akan datang. Sehingga pada diri mahasiwalah kepercayaan untuk memangku dan menjalnakan  tatanan hidup berbangsa ke depannya disematkan.
Selasa, 15 Mei 2018
Editorial- Pembungkaman Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat Muncul berbagai reaksi keras atas revisi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Aksi penolakan baik pada UU MD3 maupun RKUHP dilakukan oleh berbagai kalangan. Pasalnya dalam kedua produk tersebut terdapat pasal-pasal karet yang dapat membungkam kebebasan berekspresi dan berpendapat. Misal pada revsi UU MD3 pasal 122 tentang kewenangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Perubahan tersebut merupakan hal yang ironi di era demokrasi dan berpeluang menjadi pasal karet yang membungkam kritikan dengan delik sebagai tindak pidana. Kebebasan berekspresi dan berpendapat akan terbungkam karena DPR memiliki kewenangan lebih untuk mengkriminalkan siapa saja pengkritik yang me- rendahkan parlemen. Kemudian dalam RKUHP yang akan disahkan membuka ruang pidana bagi pengkritik presiden juga sebagai pasal penghinaan presiden. Kedua produk tersebut merupakan bentuk kemunduran demokrasi. Ketika kebebasan berpendapat dan kritik rakyat atas kinerja eksekutif dan legislatif tidak sesuai dengan keinginan masyarakat dibatasi. Pembungkaman
Sabtu, 21 April 2018
Fenomena indahnya langit kala senja alasan tema buletin kali ini. Ingin mengapresiasi karya Tuhan yang menghadirkan langit senja begitu indah untuk dipandang hingga diabadikan. Harap hidup seirama dengan indahnya langit. Sekian. Salam Pers Mahasiswa, Salam Sastra
Kamis, 21 Desember 2017
SALAM PERSMA! Pembaca budiman. Tahun ini kami akhirnya hadir dan dapat merampungkan proses penggarapan majalah. Dalam prosesnya, semua anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Perspektif ikut bergabung, proses pengumpulan isu menjadi tanggungjawab bersama, bukan lagi diemban oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan sebagai pencari isu ataupun dirapatkan di dalam dapur redaksi. Kami mencoba membuka ruang yang demokratis, tiap-tiap individu berhak untuk mengajukan dan mempertahankan isunya, tentu dengan catatan mempunyai argumen yang kuat. Total terkumpul ada 10 isu, yang nantinya akan diseleksi lagi. Isu-isu yang terkumpul melalui proses penggodokan, dengan beberapa kelompok untuk menganalisis isu tersebut dengan disertai data. Dari kesepuluh isu tersebut, Kampung Tematik, tidak masuk ke dalamnya. Tema Majalah yang saat ini hadir di tangan pembaca, muncul saat diskusi mengenai tema majalah telah mencapai tahap penentuan tema. Dalam jurnalistik kami melihat sisi menarik dari adanya Kampung Tematik, kami mencoba menangkap konflik yang terjadi di dalamnya, mengupas sisi lain yang selama ini dicitrakan baik-baik saja. Itulah yang menjadi tugas jurnalisme bagi kami. Sisi menarik tersebutlah yang juga kami hadirkan dalam beberapa rubrik seperti rubrik Liputan Khusus, mengenai cerita sukses kampung 3G. Dalam rubrik Kampus Flash ada cerita mengenai Senjakala Koperasi Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), di rubrik Ragam kami mencoba menelusuri salah satu percetakan tertua di Kediri. Tentunya, dalam hal peliputan kami juga menemui beberapa kendala mulai dari reporter yang mulai diburu rasa jenuh, sampai pada permasalahan tenggat waktu. Melalui surat ini kami mencoba terbuka kepada para pembaca mengenai kerja-kerja keredaksian majalah kami. Harapannya adalah kami lebih dekat dengan pembaca sehingga tidak menimbulkan jarak, yang terkesan kami menjadi menara gading. Melalui surat ini juga kami berterimakasih kepada seluruh anggota LPM Perspektif yang telah bersama-sama menggarap majalah ini. Akhir kata, Selamat Membaca! Redaksi

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts