Beranda Buletin Bulanan Edisi 27: Setara

    Buletin Bulanan Edisi 27: Setara

    18
    0

    Kalau bicara setara, ada begitu banyak kata dan suara. Karena ia tak pernah benar-benar berdiri tegak tanpa tapi. Bukankah anggapan tentang ketidaksepadanan itu hanya konstruksi? Manusia memberi batas-batas pada sesamanya dan berpusing setelahnya. Meminjam kata-kata Pram, barangsiapa menyebar angin, dia akan berpanen badai. Barangsiapa menebar benir dia akan menuai. Sastra ada sebebas-bebasnya bicara dan kali ini kita akan bicara tentang setara. Harap serangkaian kata di dalamnya dapat memberi bijaksana, bahwa kita bukan sebatas dinding bernama pria dan wanita, kuasa dan biasa, bangsawan dan jelata.