Nur Chandra

Sabtu, 31 Oktober 2020
Kalau bicara setara, ada begitu banyak kata dan suara. Karena ia tak pernah benar-benar berdiri tegak tanpa tapi. Bukankah anggapan tentang ketidaksepadanan itu hanya konstruksi? Manusia memberi batas-batas pada sesamanya dan berpusing setelahnya. Meminjam kata-kata Pram, barangsiapa menyebar angin, dia akan berpanen badai. Barangsiapa menebar benir dia akan menuai. Sastra ada sebebas-bebasnya bicara dan kali ini kita akan bicara tentang setara. Harap serangkaian kata di dalamnya dapat memberi bijaksana, bahwa kita bukan sebatas dinding bernama pria dan wanita, kuasa dan biasa, bangsawan dan jelata.
Sabtu, 19 September 2020
Kegiatan Pengenalan Ke-hidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi salah satu ajang terbesar bagi Universitas Brawijaya. Penyambutan jumlah mahasiswa baru (maba) yang melibatkan belasan ribu mahasiswa, hingga berbagai jajaran pejabat kampus menjadi kebanggaan sendiri dalam pelaksanaannya. Kini, pandemi membatasi jenis kegiatan yang bisa dilakukan. Suka atau tidak, kegiatan secara daring menjadi jalan tengah dalam situasi terbatas. Jika tatap muka menghadapi sedikit kendala dalam komunikasi, maka kegiatan daring sangat berkaitan dengan sinyal, media, hingga fokus dari individu tersebut. Penyampaian materi pun terbatas pada waktu yang singkat, mengingat media yang dilakukan pun ter- batas. Meskipun kegiatan tidak bisa dilakukan secara langsung, sejatinya pengenalan terhadap kampus masih perlu dilakukan agar maba mampu mengenali lingkungannya. Informasi, sesedikit apa pun tetap bisa menjadi bekal bagi maba dalam bersikap. Terlebih, perpindahan status dari siswa menjadi mahasiswa dikatakan sebagai jalan baru ke depannya. Selamat datang, mahasiswa baru 2020. Selamat berjuang di tengah keterbatasan!
Rabu, 1 April 2020
TINDAKAN UB TERHADAP ISU KESEHATAN MENTAL Isu mengenai kesehatan mental mulai muncul mencuat akhir akhir ini, tidak terkecuali di lingkungan kampus. Universitas brawijaya (UB) merupakan salah satu kampus yang peduli denganisu kesehatan mental. Kepedulian itu tercermin dari didikannya Badan Konseling Mahasiswa (BKM). Namun, perlu dilihat lebih jau seberapa efektifkah peran BKM dalam melayani mahasiswa. Sebab masih ada beberapa persoalan yang belum teratasi. Mulai dari sosialisasi tentang BKM yang masih kurang, keterbatasan jumlah konselor, hingga sulitnya menentukan jadwal konseling.  
Rabu, 1 Januari 2020
Eksistensi dan Bangkitnya Kopma UB Koperasi Mahasiswa dan Alumni (Kopma) Universitas Brawijaya (UB) kembali bangkit setelah tertidur cukup lama. Bangkitnya Kopma UB tak hanya memberikan angin segar pada kewirausahaan mahasiswa di Kampus Biru, melainkan juga menimbulkan pertanyaan yang cukup mendasar, tetapi teramat perlu untuk diketahui: Siapa yang berperan di dalamnya? Perekrutan ke-13 anggota Kopma masih pertanyaan besar. Tidak banyak pihak di UB yang mengetahui dari mana pun bagaimana anggota-anggota tersebut dapat terpilih. Semestinya, pihak kampus dapat lebih mensosialisasikan hal ini kepada semua elemen dan lapisan masyarakat UB secara menyeluruh, mengingat Kopma adalah salah satu bentuk kewirausahaan mahasiswa berbasis koperasi yang dulu sempat sangat diperhitungkan.
Jumat, 6 Desember 2019
Perpisahan menjadi satu bagian yang pasti dalam kehidupan. Pisah tidak hanya dengan seseorang tapi juga bisa dengan diri sendiri. jauh dari jati diri, kehilangan kontrol diri. “Siapa diriku?”. Perpisahan dengan hal-hal tidak terduga membawa emosi dan sensasi yang berbeda-beda. Di sini, pada buletin bertema “Pisahan” menyajikan karya-karya dari hasil perpisahan Salam Pers Mahasiswa, Salam Sastra
Selasa, 19 November 2019
Manusia, Lingkungan, dan Hak Asasi yang Dilanggar Manusia hidup di dalam sebuah ekosistem dengan beragam kebutuhan dan keinginannya. Ruang serta sumber daya yang juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut kerap kali menjadikan manusia gelap mata, khususnya mereka yang memangku kepentingan dan memegang pengaruh besar di masyarakat. Contohnya saja Kota Batu dan Waduk Sepat, yang menjadi korban keserakahan manusia. Dengan kesewenangannya, para pemilik kepentingan melakukan perencanaan dan pembangunan yang tidak memerhitungkan aspek-aspek ekologis serta hak asasi manusia para penduduk di sekitarnya. Sumber daya dikuras, lalu disulap menjadi ladang uang. Kehidupan masyarakat di sekitar daerah tersebut pun tidak lagi diperhitungkan, bahkan dijadikan obyek yang bersifat komersil. Tak jarang, kriminalisasi pun terjadi dalam pelaksanaannya. Dalam catatan khusus ini, tercatat sebuah sejarah pelanggaran hak asasi manusia dan petaka yang diciptakan penguasa.
Selasa, 19 November 2019
Akhir-akhir ini banyak sekali keriuhan yang terjadi. Bukan hanya ke- riuhan negara, bahkan sampai keriuhan diri sendiri dan orang lain. Keriuhan yang terlihat dan keriuhan yang tidak terlihat. Sampaikan, melalui kata, melalui tulisan. Dituangkan dalam edisi buletin kali ini. Salam Pers Mahasiswa, Salam Sastra
Rabu, 25 September 2019
Apa yang terjadi akhir-akhir ini tampak mengerikan. Pada sesama makhluk hidup saling konflik. Keegoisan terhadap lingkungan. Buletin edisi kali ini membawa tema Mati. Mengekspresikan fenomena yang terjadi. Matinya rasa toleransi, matinya kemanusiaan, matinya kepercayaan. Orang-orang berusaha untuk menegakkan apa yang mereka anggap benar tanpa peduli lainnya. Sastra menjadi wadah untuk mengekspresikan apa yang dirasakan mengenai fenomena tersebut. Salam Pers Mahasiswa, Salam Sastra

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts