Karrencia Lasmian

2020, barangkali jadi tahun paling lelah di antara tahun-tahun sebelumnya. Matahari dan bulan bergulir serupa tapi tak pernah sama. Sejak kedatangan sebuah pandemi di hulu tahun, semua makhluk berbondong-bondong mencari jalan keselamatan. Pada perjalanannya, penat adalah realita yang menyeringai saat berkaca, secara fisik dan mental. Jangankan untuk dilakukan, memikirkan bahwa kita tak bisa lagi berpelukan bebas seperti hari kemarin saja sudah melelahkan. Jari-jari yang dahulu bebas menyentuh kasar lembut dunia terpaksa menahan gejolaknya. Paradoks, ketika tahun ini terasa bergulir cepat tapi sekaligus berjalan lambat. Tak lain adalah karena kepastian tak kunjung menjelang. Entah untuk berapa lama lagi tapi manusia dan semestanya mesti bertahan. Memaksa hidup untuk berjalan meski kenyataan tak jarang membuat harus tertatih. Rehat, itulah kata yang bisa kami haturkan di antara guliran penat. Jelang pergantian tahun, rasanya boleh sejenak kita ambil langkah istirahat. Melihat betapa jauhnya berjalan, sepanjang tahun ini, Kami, manusia-manusia yang penat kepada manusia penat lainnya, menghaturkan Buletin Prasasti bertema Rehat. Ambil langkah tak harus selalu berjalan, rehatlah!
Rabu, 1 April 2020
TINDAKAN UB TERHADAP ISU KESEHATAN MENTAL Isu mengenai kesehatan mental mulai muncul mencuat akhir akhir ini, tidak terkecuali di lingkungan kampus. Universitas brawijaya (UB) merupakan salah satu kampus yang peduli denganisu kesehatan mental. Kepedulian itu tercermin dari didikannya Badan Konseling Mahasiswa (BKM). Namun, perlu dilihat lebih jau seberapa efektifkah peran BKM dalam melayani mahasiswa. Sebab masih ada beberapa persoalan yang belum teratasi. Mulai dari sosialisasi tentang BKM yang masih kurang, keterbatasan jumlah konselor, hingga sulitnya menentukan jadwal konseling.  

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts