Redaksi

‘Perayaan’ Satu Tahun Pandemi di Indonesia Sejak 31 Desember 2019, virus corona telah menginfeksi negara-negara di seluruh dunia. Covid-19 cepat menyebar dengan adanya arus migrasi internasional yang menyebabkan dunia harus terbelenggu dan membatasi seluruh aktivitasnya untuk menghambat penyebaran virus tersebut. Berbagai aspek kehidupan masyarakat terdampak dengan adanya virus ini, terutama dari segi kesehatan dan ekonomi masyarakat global. Tak terkecuali Indonesia yang juga terdampak pandemi Covid-19, sehingga seluruh aktivitas masyarakat harus dibatasi. Pun masyarakat diarahkan oleh pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan sebagai cara untuk menghambat penyebaran Covid-19. Akan tetapi, banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. Misalnya dengan ketimpangan ekonomi, ketimpangan vaksinasi, serta komunikasi politik pemerintah yang dipandang ambigu dan tidak tepat sasaran. Kami akan menceritakan tentang potret berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia selama pandemi, terutama kepada tenaga medis sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan pandemi.
Sabtu, 19 September 2020
Kegiatan Pengenalan Ke-hidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi salah satu ajang terbesar bagi Universitas Brawijaya. Penyambutan jumlah mahasiswa baru (maba) yang melibatkan belasan ribu mahasiswa, hingga berbagai jajaran pejabat kampus menjadi kebanggaan sendiri dalam pelaksanaannya. Kini, pandemi membatasi jenis kegiatan yang bisa dilakukan. Suka atau tidak, kegiatan secara daring menjadi jalan tengah dalam situasi terbatas. Jika tatap muka menghadapi sedikit kendala dalam komunikasi, maka kegiatan daring sangat berkaitan dengan sinyal, media, hingga fokus dari individu tersebut. Penyampaian materi pun terbatas pada waktu yang singkat, mengingat media yang dilakukan pun ter- batas. Meskipun kegiatan tidak bisa dilakukan secara langsung, sejatinya pengenalan terhadap kampus masih perlu dilakukan agar maba mampu mengenali lingkungannya. Informasi, sesedikit apa pun tetap bisa menjadi bekal bagi maba dalam bersikap. Terlebih, perpindahan status dari siswa menjadi mahasiswa dikatakan sebagai jalan baru ke depannya. Selamat datang, mahasiswa baru 2020. Selamat berjuang di tengah keterbatasan!
Rabu, 1 April 2020
TINDAKAN UB TERHADAP ISU KESEHATAN MENTAL Isu mengenai kesehatan mental mulai muncul mencuat akhir akhir ini, tidak terkecuali di lingkungan kampus. Universitas brawijaya (UB) merupakan salah satu kampus yang peduli denganisu kesehatan mental. Kepedulian itu tercermin dari didikannya Badan Konseling Mahasiswa (BKM). Namun, perlu dilihat lebih jau seberapa efektifkah peran BKM dalam melayani mahasiswa. Sebab masih ada beberapa persoalan yang belum teratasi. Mulai dari sosialisasi tentang BKM yang masih kurang, keterbatasan jumlah konselor, hingga sulitnya menentukan jadwal konseling.  
Rabu, 1 Januari 2020
Eksistensi dan Bangkitnya Kopma UB Koperasi Mahasiswa dan Alumni (Kopma) Universitas Brawijaya (UB) kembali bangkit setelah tertidur cukup lama. Bangkitnya Kopma UB tak hanya memberikan angin segar pada kewirausahaan mahasiswa di Kampus Biru, melainkan juga menimbulkan pertanyaan yang cukup mendasar, tetapi teramat perlu untuk diketahui: Siapa yang berperan di dalamnya? Perekrutan ke-13 anggota Kopma masih pertanyaan besar. Tidak banyak pihak di UB yang mengetahui dari mana pun bagaimana anggota-anggota tersebut dapat terpilih. Semestinya, pihak kampus dapat lebih mensosialisasikan hal ini kepada semua elemen dan lapisan masyarakat UB secara menyeluruh, mengingat Kopma adalah salah satu bentuk kewirausahaan mahasiswa berbasis koperasi yang dulu sempat sangat diperhitungkan.
Selasa, 19 November 2019
Manusia, Lingkungan, dan Hak Asasi yang Dilanggar Manusia hidup di dalam sebuah ekosistem dengan beragam kebutuhan dan keinginannya. Ruang serta sumber daya yang juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut kerap kali menjadikan manusia gelap mata, khususnya mereka yang memangku kepentingan dan memegang pengaruh besar di masyarakat. Contohnya saja Kota Batu dan Waduk Sepat, yang menjadi korban keserakahan manusia. Dengan kesewenangannya, para pemilik kepentingan melakukan perencanaan dan pembangunan yang tidak memerhitungkan aspek-aspek ekologis serta hak asasi manusia para penduduk di sekitarnya. Sumber daya dikuras, lalu disulap menjadi ladang uang. Kehidupan masyarakat di sekitar daerah tersebut pun tidak lagi diperhitungkan, bahkan dijadikan obyek yang bersifat komersil. Tak jarang, kriminalisasi pun terjadi dalam pelaksanaannya. Dalam catatan khusus ini, tercatat sebuah sejarah pelanggaran hak asasi manusia dan petaka yang diciptakan penguasa.
Kamis, 19 September 2019
Di Balik Tata Kelola Kendaraan UB Tata kelola kendaraan di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) masih perlu dipertanyakan kejelasannya. Kebijakan dan peraturan dibuat dan diubah dalam jangka waktu yang relatif singkat, tetapi tidak juga memberikan solusi terbaik bagi persoalan seperti kepadatan tempat parkir, alur lalu lintas yang tidak jelas, hingga kehilangan kendaraan bermotor di fakultas-fakultas. Kebijakan mengenai kartu parkir, misalnya, masih menuai beragam persoalan. Salah satunya, jumlah kartu parkir yang pada awalnya disediakan, dengan jumlah terakhir di lapangan, memiliki selisih yang sangat besar. Contohnya saja, jumlah kartu parkir di Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK) yang semula disediakan sebanyak 400 buah akhirnya terus berkurang hingga menjadi 30 buah. Apa yang salah? Manusianya kah? Atau sistemnya?
Jumat, 16 Agustus 2019
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) diadakan tentunya bukan hanya sebagai ajang hura-hura, atau bahkan sekadar untuk mempermalukan mahasiswa baru (maba) dengan atribut serba oranye mereka. Semestinya, PKKMABA diadakan untuk memperkenalkan kampus tempat mereka akan menimba ilmu. Namun, rupanya PKKMABA tidak sesederhana itu. Kedatangan, ketepatan waktu, hingga pengerjaan tugas yang memengaruhi nilai serta kelulusan PKKMABA ternyata juga menjadi salah satu syarat terbesar penentu kelulusan kuliah. Tak hanya itu, penerimaan beasiswa (prestasi) secara umum pun ditentukan oleh adanya sertifikat bukti lulus PKKMABA. Penting atau tidaknya aturan tersebut diadakan akan menjadi sangat bergantung pada bagaimana seseorang memandang PKKMABA dan relevansinya terhadap prestasi akademik dan nonakademik seorang mahasiswa di kampusnya.
Kamis, 15 Agustus 2019
Selamat Datang di Kampus Jingga Penyambutan mahasiswa baru, yang lebih kita kenal sebagai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) di kampus kita tercinta, kampus jingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), merupakan salah satu kegiatan terbesar di kampus ini. Tentunya, persiapan hingga pelaksanaan acara ini tak luput dari kendala-kendala yang ada. Tahun ini, PKKMABA FISIP juga menemukan beberapa kesulitan. Kesulitan tersebut di antaranya adalah jumlah mahasiswa baru yang lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, serta pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh pihak dekanat, hingga permintaan panitia dosen yang mendadak dan memberatkan panitia mahasiswa. Pihak panitia mahasiswa mengatakan bahwa pada tahun ini pihak dekanat menjadi lebih ketat dalam pengawasan publikasi, serta kerap kali meminta hal-hal tertentu seperti materi untuk dilakukan secara mendadak oleh panitia. Sementara itu, pihak dekanat menegaskan, permintaan mendadak yang dilakukan semata-mata hanya untuk kepentingan mahasiswa baru. Di luar segala permasalahan yang ada, PKKMABA FISIP 2019 tetap diadakan dengan tujuan mulia untuk menyambut para mahasiswa baru di kehidupan pendidikan yang baru pula. Selamat datang dan selamat berjuang di kampus jingga.

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts