Putri Rahayu L.

Eksistensi dan Bangkitnya Kopma UB Koperasi Mahasiswa dan Alumni (Kopma) Universitas Brawijaya (UB) kembali bangkit setelah tertidur cukup lama. Bangkitnya Kopma UB tak hanya memberikan angin segar pada kewirausahaan mahasiswa di Kampus Biru, melainkan juga menimbulkan pertanyaan yang cukup mendasar, tetapi teramat perlu untuk diketahui: Siapa yang berperan di dalamnya? Perekrutan ke-13 anggota Kopma masih pertanyaan besar. Tidak banyak pihak di UB yang mengetahui dari mana pun bagaimana anggota-anggota tersebut dapat terpilih. Semestinya, pihak kampus dapat lebih mensosialisasikan hal ini kepada semua elemen dan lapisan masyarakat UB secara menyeluruh, mengingat Kopma adalah salah satu bentuk kewirausahaan mahasiswa berbasis koperasi yang dulu sempat sangat diperhitungkan.
Selasa, 19 November 2019
Manusia, Lingkungan, dan Hak Asasi yang Dilanggar Manusia hidup di dalam sebuah ekosistem dengan beragam kebutuhan dan keinginannya. Ruang serta sumber daya yang juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut kerap kali menjadikan manusia gelap mata, khususnya mereka yang memangku kepentingan dan memegang pengaruh besar di masyarakat. Contohnya saja Kota Batu dan Waduk Sepat, yang menjadi korban keserakahan manusia. Dengan kesewenangannya, para pemilik kepentingan melakukan perencanaan dan pembangunan yang tidak memerhitungkan aspek-aspek ekologis serta hak asasi manusia para penduduk di sekitarnya. Sumber daya dikuras, lalu disulap menjadi ladang uang. Kehidupan masyarakat di sekitar daerah tersebut pun tidak lagi diperhitungkan, bahkan dijadikan obyek yang bersifat komersil. Tak jarang, kriminalisasi pun terjadi dalam pelaksanaannya. Dalam catatan khusus ini, tercatat sebuah sejarah pelanggaran hak asasi manusia dan petaka yang diciptakan penguasa.
Kamis, 19 September 2019
Di Balik Tata Kelola Kendaraan UB Tata kelola kendaraan di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) masih perlu dipertanyakan kejelasannya. Kebijakan dan peraturan dibuat dan diubah dalam jangka waktu yang relatif singkat, tetapi tidak juga memberikan solusi terbaik bagi persoalan seperti kepadatan tempat parkir, alur lalu lintas yang tidak jelas, hingga kehilangan kendaraan bermotor di fakultas-fakultas. Kebijakan mengenai kartu parkir, misalnya, masih menuai beragam persoalan. Salah satunya, jumlah kartu parkir yang pada awalnya disediakan, dengan jumlah terakhir di lapangan, memiliki selisih yang sangat besar. Contohnya saja, jumlah kartu parkir di Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK) yang semula disediakan sebanyak 400 buah akhirnya terus berkurang hingga menjadi 30 buah. Apa yang salah? Manusianya kah? Atau sistemnya?
Jumat, 16 Agustus 2019
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) diadakan tentunya bukan hanya sebagai ajang hura-hura, atau bahkan sekadar untuk mempermalukan mahasiswa baru (maba) dengan atribut serba oranye mereka. Semestinya, PKKMABA diadakan untuk memperkenalkan kampus tempat mereka akan menimba ilmu. Namun, rupanya PKKMABA tidak sesederhana itu. Kedatangan, ketepatan waktu, hingga pengerjaan tugas yang memengaruhi nilai serta kelulusan PKKMABA ternyata juga menjadi salah satu syarat terbesar penentu kelulusan kuliah. Tak hanya itu, penerimaan beasiswa (prestasi) secara umum pun ditentukan oleh adanya sertifikat bukti lulus PKKMABA. Penting atau tidaknya aturan tersebut diadakan akan menjadi sangat bergantung pada bagaimana seseorang memandang PKKMABA dan relevansinya terhadap prestasi akademik dan nonakademik seorang mahasiswa di kampusnya.
Kamis, 11 April 2019
Editorial- Wisuda dan Permasalahan di Baliknya Wisuda di Universitas Brawijaya (UB) masih diliputi beragam permasalahan. Mulai dari biaya yang wajib dibayarkan oleh mahasiswa yang masih belum jelas jumlah tetapnya, hingga waktu tunggu wisuda mahasiswa pasca yudisium yang juga masih dirasa terlalu lama. Dua belas hingga tiga belas kali wisuda dalam satu tahun, di mana setiap tahunnya 1000 mahasiswa dilepas dalam acara seremonial tersebut, masih dinilai terlalu sedikit. Permasalahan terkait waktu tunggu ini berimbas pada tertundanya waktu penyerahan ijazah. Akibatnya, mahasiswa banyak yang merasa kesulitan ketika harus melamar pekerjaan, terutama di perusahaan yang menuntut adanya ijazah sebagai salah satu persyaratan pelamaran kerja. Belum lagi, wisuda merupakan agenda wajib bagi seluruh mahasiswa. Semestinya, pihak rektorat, khususnya di bidang akademik, perlu mengkaji ulang terkait kewajiban mahasiswa untuk mengikuti wisuda, karena urgensi yang tidak jelas dan dinilai terlalu menyulitkan bagi sebagian mahasiswa.
Jumat, 17 Agustus 2018
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu rangkaian yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Baru setiap tahunnya. PKKMABA ini tidak hanya untuk melakukan perkenalan kehidupan kampus, namun Mahasiswa Baru juga diberikan penugasan oleh pihak panitia dengan mempertimbangkan apa yang akan dihasilkan nantinya. Bagi Mahasiswa Baru tugas yang diberikan cukup banyak, baik atribut, barang bawaan maupun tugas tambahan untuk yang melanggar aturan. Dalam rangkaian PKKMABA ini terkadang menjadi hal yang ribet dan membuat Mahasiswa Baru terlihat konyol, padahal tujuan dari kegiatan ini untuk memperkenalkan kampus kepada Mahasiswa Baru. Kehadiran menjadi salah satu yang penting untuk mempertimbangkan kelulusan PKKMABA, hal ini agar Mahasiswa Baru senantiasa hadir dalam rangkaian PKKMABA. Jika kehadiran tidak memenuhi syarat kelulusan PKKMABA dan tidak mengulang pada tahun depan, maka Mahasiswa Baru tidak bisa mengikuti Organisasi Fakultas maupun Universitas, serta Mahasiswa Baru akan dipersulit pada proses kelulusannya. Mahasiswa hadir tidak untuk mudah menyerah, lakukan apa yang harus dikerjakan. Manfaatkan segala waktu yang ada dan jangan menyia-nyiakan kesempatan. Selamat datang Mahasiswa Baru FISIP UB, Selamat Berjuang dan Berproses dengan baik.
Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang Mahasiswa FISIP Kedatangan mahasiswa baru merupakan suatu hal yang istimewa bagi tiap-tiap kampus, terutama bagi kampus jingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB). Dalam penyambutannya panitia dari mahasiswa dan dekanat selalu mempersiapkan segala macam persiapan. Ada yang menarik dari penyambutan mahasiswa tahun ini. Awal pembentukkan panitia tahun ini sudah terjadi permasalahan. Panitia sempat mengalami perubahan dan pengumuman panitia yang pasti diumumlan sebulan sebelum pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dilaksanakan. Banyak keributan yang terjadi pada pengumuman kepanitiaan dari ketua pelaksana yang dianggap tidak mengikuti saran dari Steeering Committee (SC), panitia yang diumumkan di Official Account  Line Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) tidak sah hingga DPM dianggap melanggar tupoksinya. Mungkin dalam hal ini harus ada konsensus perlu terus dibangun, agar menemui titik tengah dari permasalahan yang terjadi. Baik itu mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen atau pihak dekanat, serta seluruh civitas akademika FISIP. Sehingga semuanya dapat berjalan secara beriringan. Akan tetapi, dibalik permasalahan yang terjadi di awal, berdasarkan pengamatan awak Perspektif  PKKMABA berjalan lancar.  Akhir kata selamat datang mahasiswa baru FISIP UB, selamat berjuang di kampus jingga.              

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts