Patricia Citraning Hyang

Eksistensi dan Bangkitnya Kopma UB Koperasi Mahasiswa dan Alumni (Kopma) Universitas Brawijaya (UB) kembali bangkit setelah tertidur cukup lama. Bangkitnya Kopma UB tak hanya memberikan angin segar pada kewirausahaan mahasiswa di Kampus Biru, melainkan juga menimbulkan pertanyaan yang cukup mendasar, tetapi teramat perlu untuk diketahui: Siapa yang berperan di dalamnya? Perekrutan ke-13 anggota Kopma masih pertanyaan besar. Tidak banyak pihak di UB yang mengetahui dari mana pun bagaimana anggota-anggota tersebut dapat terpilih. Semestinya, pihak kampus dapat lebih mensosialisasikan hal ini kepada semua elemen dan lapisan masyarakat UB secara menyeluruh, mengingat Kopma adalah salah satu bentuk kewirausahaan mahasiswa berbasis koperasi yang dulu sempat sangat diperhitungkan.
Selasa, 19 November 2019
Manusia, Lingkungan, dan Hak Asasi yang Dilanggar Manusia hidup di dalam sebuah ekosistem dengan beragam kebutuhan dan keinginannya. Ruang serta sumber daya yang juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut kerap kali menjadikan manusia gelap mata, khususnya mereka yang memangku kepentingan dan memegang pengaruh besar di masyarakat. Contohnya saja Kota Batu dan Waduk Sepat, yang menjadi korban keserakahan manusia. Dengan kesewenangannya, para pemilik kepentingan melakukan perencanaan dan pembangunan yang tidak memerhitungkan aspek-aspek ekologis serta hak asasi manusia para penduduk di sekitarnya. Sumber daya dikuras, lalu disulap menjadi ladang uang. Kehidupan masyarakat di sekitar daerah tersebut pun tidak lagi diperhitungkan, bahkan dijadikan obyek yang bersifat komersil. Tak jarang, kriminalisasi pun terjadi dalam pelaksanaannya. Dalam catatan khusus ini, tercatat sebuah sejarah pelanggaran hak asasi manusia dan petaka yang diciptakan penguasa.
Jumat, 16 Agustus 2019
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) diadakan tentunya bukan hanya sebagai ajang hura-hura, atau bahkan sekadar untuk mempermalukan mahasiswa baru (maba) dengan atribut serba oranye mereka. Semestinya, PKKMABA diadakan untuk memperkenalkan kampus tempat mereka akan menimba ilmu. Namun, rupanya PKKMABA tidak sesederhana itu. Kedatangan, ketepatan waktu, hingga pengerjaan tugas yang memengaruhi nilai serta kelulusan PKKMABA ternyata juga menjadi salah satu syarat terbesar penentu kelulusan kuliah. Tak hanya itu, penerimaan beasiswa (prestasi) secara umum pun ditentukan oleh adanya sertifikat bukti lulus PKKMABA. Penting atau tidaknya aturan tersebut diadakan akan menjadi sangat bergantung pada bagaimana seseorang memandang PKKMABA dan relevansinya terhadap prestasi akademik dan nonakademik seorang mahasiswa di kampusnya.
Kamis, 15 Agustus 2019
Selamat Datang di Kampus Jingga Penyambutan mahasiswa baru, yang lebih kita kenal sebagai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) di kampus kita tercinta, kampus jingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), merupakan salah satu kegiatan terbesar di kampus ini. Tentunya, persiapan hingga pelaksanaan acara ini tak luput dari kendala-kendala yang ada. Tahun ini, PKKMABA FISIP juga menemukan beberapa kesulitan. Kesulitan tersebut di antaranya adalah jumlah mahasiswa baru yang lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, serta pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh pihak dekanat, hingga permintaan panitia dosen yang mendadak dan memberatkan panitia mahasiswa. Pihak panitia mahasiswa mengatakan bahwa pada tahun ini pihak dekanat menjadi lebih ketat dalam pengawasan publikasi, serta kerap kali meminta hal-hal tertentu seperti materi untuk dilakukan secara mendadak oleh panitia. Sementara itu, pihak dekanat menegaskan, permintaan mendadak yang dilakukan semata-mata hanya untuk kepentingan mahasiswa baru. Di luar segala permasalahan yang ada, PKKMABA FISIP 2019 tetap diadakan dengan tujuan mulia untuk menyambut para mahasiswa baru di kehidupan pendidikan yang baru pula. Selamat datang dan selamat berjuang di kampus jingga.
Rabu, 14 Agustus 2019
Orientasi studi dan pe- ngenalan kampus (OSPEK), atau yang lebih dikenal sebagai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PKKMU) di Universitas Brawijaya (UB), hanya menjadi salah satu dari sekian banyak langkah awal untuk menjadi seorang mahasiswa yang bisa dikatakan “resmi”. Tanggung jawab yang kelak dipikul oleh tiap mahasiswa akan lebih besar dari sekadar membawa berbagai atribut dan aksesori, mengerjakan tugas offline dan online dari panitia, atau mendengar- kan para pembicara selama berjam-jam di Samantha Krida. Ketepatan waktu dan kehadir- an dalam setiap rangkaian jelajah almamater hanya menjadi fragmen terkecil dalam perjalanan hidup sebagai seorang mahasiswa. Sebagai mahasiswa, seseorang perlu memahami untuk apa mereka berada pada jenjang itu. Pola pendidikan di kampus, hingga pemikiran seorang mahasiswa akan sangat berbeda bila dibanding- kan dengan apa yang ada di bangku sekolah. Orientasi menjadi seorang mahasiswa bukan hanya soal gelar dan ketepatan dalam penyele- saian tugas, melainkan soal implementasi ilmu dan pe- ngetahuan bagi masyarakat selepas mereka mentas. Selamat datang dan selamat berjuang di kampus biru Universitas Brawijaya.
Sabtu, 21 April 2018
Fenomena indahnya langit kala senja alasan tema buletin kali ini. Ingin mengapresiasi karya Tuhan yang menghadirkan langit senja begitu indah untuk dipandang hingga diabadikan. Harap hidup seirama dengan indahnya langit. Sekian. Salam Pers Mahasiswa, Salam Sastra

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts