Kumba Permata Dewa

Serambi Hilang, orang-orang hilang atau dihilangkan? Hilang bukan berarti ingin pergi atau merasa disakiti. Hilang disini diasosiasikan dengan minimnya apresiasi setelah membanting tulang dan menguras keringat demi meriahnya tepuk tangan. Fenomena ini lekat dengan situasi masyarakat Indonesia saat ini, saat hinaan lebih menarik dari ucapan selamat. Apakah kamu ingin hilang atau tinggal? Salam pers mahasiswa, salam sastra muda.
Senin, 12 Juni 2017
Semuanya didunia ini awalnya tampak nyata, bisa terlihat. Tetapi hasilnya seakan semu. Apa yang dikejar tidak terlihat, apa yang dilawan akhirnya mengalah,apa yang diperjuangkan tidak membuahkan hasil yang nyata dan apa yang ditunggu tidak kunjung hadir. Semu menjadi tema buletin kali ini, bahwa semuanya yang didalam dunia ini semu dan tidak senyata itu. Diharapkan pembaca menyadari bahwa semua yang kasat mata sebenarnya semu dan bohong. Salam pers mahasiswa. Salam sastra muda.
Rabu, 12 April 2017
Setiap Manusia pasti mengalami perjalanan. Memang perjalanan terkesan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Sejatinya perjalanan tidak hanya seperti itu. Perjalanan juga berupa langkah seseorang untuk mencapai kesuksesan dan lain sebagainya. Oleh karena itu untuk menghargai setiap perjalanan yang ada, maka tema ini menjadi gambaran Buletin Prasasti. Tema ini juga diusung untuk awal mula perjalanan Divisi Sastra untuk kepengurusan yang baru. Salam pers mahasiswa. Salam sastra muda.
Selasa, 22 November 2016
Selama ini, kita mengartikan ‘batas’ sebagai sebuah pemisah antara dua bidang, pemisah antara sisi satu dengan sisi lainnya. Batas juga sering dimaknai sebagai sesuatu hal yang tidak boleh dilewati atau dilampaui. Melanggar batas berarti melanggar sesuatu hal yang telah ditetapkan oleh rata-rata masyarakat yang disebut sebagai norma. Namun, apakah batas memang selalu baik untuk tiap-tiap manusia? Batas untuk berbuat suatu hal, batas untuk bertindak? Lantas bagaimana dengan orangorang yang berada ‘di balik batas’ itu sendiri? Tentunya batas menjadi suatu hal yang tidak adil dan rasa-rasanya menjadi suatu yang jahat. Ketika otak-otak intelektual dan penuh imaji telah terbatasi oleh berbagai macam norma yang diboncengi oleh pemilik kepentingan, maka setidaknya kita harus mulai ‘melangkahi’ batas itu sendiri. Ayo melangkahi batas, jika kamu memang benar dapat menaikkan tingkat batas itu! Salam pers mahasiswa, salam sastra muda

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts