Apriatni K

Editorial - Perbaiki Tata Kelola Aset UB Universitas Brawijaya (UB) perlu mencermati beberapa aset yang bermasalah, jalankeluarnya harus dicari. Meskipun UB selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaporan keuangannya, namun itu bukanlah tanpa cacat. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2015 menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan UB. Itupun diakui oleh Wakil Rektor (WR) II, bidang keuangan dan administrasi umum UB, akan tetapi menurutnya hal itu telah diselesaikan. Tapi WR II mengakui beberapa aset yang dimiliki UB bermasalah. Dalam Laporan Keuangan UB tahun 2015 UB Press mengalami kerugian. Laporan Keuangan UB 2016 dipaparkan mengalami stagnansi pendapatan. UB mungkin perlu melakukan studi banding ke Universitas Airlangga dalam mengelola percetakan, sebab salah satu civitas akademika UB lebih memilih menerbitkan bukunya di tempat tersebut daripada di UB Press. Perbedaan pandangan terjadi dalam menyikapi aset berupa tanah yang dimiliki oleh UB di Lampung. Ada yang berencana melepaskan, ada pula yang ingin tetap dikelola UB. Tak hanya itu, keberadaan aset berupa hutan yang berada di daerah Karang Ploso, disanksikan oleh petani kopi yang memanfaatkan lahan tersebut. Begitupula dengan keberadaan Rumah Sakit UB di komplek perumahan Griya Shanta, salah satu warga mengaku tidak nyaman dengan adanya RS UB tersebut. Pihak UB tak boleh mengabaikan kerugian dari UB Press, status tanah di Lampung, protes dari petani kopi dan warga Griya Shanta.
Selasa, 22 Agustus 2017
Kehadiran Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMaba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) sebagai rangkaian yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru dari tahun ke tahun. PKKMaba hadir tidak hanya dalam bentuk sosialisasi kehidupan kampus, namun juga dalam bentuk penugasan, tentu dalam memberikan tugas pihak panitia PKKMaba mempunyai tolok ukur tersendiri untuk ouput yang dihasilkan nantinya. Sedangkan dari pihak mahasiswa baru sendiri merasa bahwa tugas yang diberikan memberatkan mereka, sehingga berujung kepada pembelian tugas ospek. Memang hal-hal di luar seperti jual-beli alat ospek berada di luar kewenangan panitia, namun itu akan berdampak terhadap output yang dituju. Mengenai akses mahasiswa baru dalam memperoleh informasi yang diatur dalam pasal 2 ayat 2 huruf A, di mana keterbukaan tersebut meliputi informasi seputar kegiatan PKKMaba FISIP UB. Tentu yang harus dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi dua arah tidak hanya di dominasi infonya oleh salah satu pihak. Selamat datang mahasiswa baru FISIP UB, selamat berjuang di kampus jingga. Hidup Mahasiswa.  
Minggu, 20 Agustus 2017
Kedatangan mahasiswa baru tentunya merupakan hal yang istimewa bagi tiap-tiap kampus, terutama bagi kampus jingga, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), tentu dalam penyambutannya, kepanitiaan PKKMABA FISIP menerapkan proses evaluasi dalam pelaksanaannya. Tahun ini, ada beberapa kendala yang ditemukan oleh awak Perspektif di lapangan, seperti kurangnya koordinasi antara panitia PKKMABA dengan pihak dekanat, ihwal tersebut dilontarkan oleh Ketua Pelaksana sendiri. Berdasarkan pengalaman PKKMABA FISIP dari tahun ke tahun, yang di mana Perspektif ikut berpartisipasi sebagai media pengontrol, hal tersebut terjadi secara berulang-ulang. Di sisi lain sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan belajar mahasiswa baru masih belum maksimal. Banyak keluhan seperti pendingin ruangan yang sering mati, Wifi yang lemot, pintu kamar mandi yang rusak, dan lain sebagainya. Namun jika melihat FISIP sebagai fakultas yang baru berdiri selama 12 tahun perlu waktu untuk membenahi tata kelola tersebut. Tapi perlu juga kesatuan visi dalam hal pembangunan sarana dan prasarana, karena selain kendala dana, ketidaksatuan pandangan dalam pembangunan juga dapat menghambat rencana yang telah disusun. Salah satu contohnya adalah mengenai pembangunan Gedung C, yang mengalami perubahan prioritas pembangunan, saat sebelumnya sudah diperuntukkan bagi kegiatan mahasiswa. Dalam hal ini konsensus perlu terus dibangun, agar menemui titik tengah dari permasalahan yang ada. Baik itu mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen/pihak dekanat, serta seluruh civitas akademika FISIP. Akhir kata selamat datang bmahasiswa baru FISIP UB, selamat berjuang di kampus jingga.
Sabtu, 19 Agustus 2017
Titik awal memasuki dunia perkuliahan diawali dengan menjadi mahasiswa baru, memilih untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi, adalah pilihan dari masing-masing individu. Tentu ada perbedaan, pola pembelajaran yang ada di dunia kampus tidak sama dengan di bangku sekolah. Setelah menjadi mahasiswa tentunya banyak proses yang harus dilewati, predikat sebagai mahasiswa tak serta merta disambut dengan suka cita, karena ada tanggungjawab yang harus diemban. Orientasi menjadi mahasiswa memang merupakan hak-hak dari individu itu sendiri, namun esensi menjadi mahasiswa bukanlah hanya sekedar untuk belajar membedah teori, duduk mendengar perkuliahan di kelas, memperoleh nilai dan gelar akademik semata. Ilmu yang telah diperoleh nantinya harus mampu diimplementasikan serta direfleksikan ke masyarakat luas. Sebab ilmu tidak hanya berasal dari bangku-bangku perkuliahan semata, saat menjadi mahasiswa ilmu dapat ditemukan di berbagai ruang, entah itu di kantin, warung kopi, serta dengan mengikuti organisasi yang ada di kampus. Karena dengan menjadi mahasiswa kamu perlu mempunyai persepktif yang luas. Selamat datang, selamat berjuang di dunia kampus.

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts