Lompat ke konten

Puisi Bernada Minor Dari Seorang Pengangguran Yang Ditulis di Malam Hari

Oleh: Haidar S.*

sejak langkah dihitung sebagai lomba

tak ada makna yang benar-benar diresapi

sebagai lagu; pesta pora; bunga-bunga atau sekedar berjalan kaki kecil di taman diri

buram sudah

buram;

manusia kini berubah menjadi

akun linkedin berjalan dikerumuni sepi

redup sudah dunia

jika hidup kita dialihfungsi

sebagai medali;

sertifikat berharga tinggi

seolah ada bio yang terpampang di jidat manusia hari ini yang bertuliskan:

“siap mati dihimpit mayat-mayat hidup sembari menyiksa diri melihat prestasi mereka yang berbanding terbalik dengan suara sumbang milik kami”

sudah saatnya kawan, sudah saatnya

kita tak berpikir perihal rangking fiksi

susah saatnya kawan, kita berlayar lagi

siapkan kompas, jangan peduli—

tiup saja puisi senandung hati tanpa rasa masygul;

lepaskan semua ekspektasi

dan nikmati

(Malang, 2023)

(Visited 172 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa Sosiologi 2023 FISIP Universitas Brawijaya dan staff magang di LPM Perspektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?