Lompat ke konten

Puisi Bernada Minor Dari Seorang Pengangguran Yang Ditulis di Malam Hari

Oleh: Haidar S.*

sejak langkah dihitung sebagai lomba

tak ada makna yang benar-benar diresapi

sebagai lagu; pesta pora; bunga-bunga atau sekedar berjalan kaki kecil di taman diri

—

buram sudah

buram;

manusia kini berubah menjadi

akun linkedin berjalan dikerumuni sepi

redup sudah dunia

jika hidup kita dialihfungsi

sebagai medali;

sertifikat berharga tinggi

seolah ada bio yang terpampang di jidat manusia hari ini yang bertuliskan:

“siap mati dihimpit mayat-mayat hidup sembari menyiksa diri melihat prestasi mereka yang berbanding terbalik dengan suara sumbang milik kami”

—

sudah saatnya kawan, sudah saatnya

kita tak berpikir perihal rangking fiksi

susah saatnya kawan, kita berlayar lagi

siapkan kompas, jangan peduli—

tiup saja puisi senandung hati tanpa rasa masygul;

lepaskan semua ekspektasi

dan nikmati

(Malang, 2023)

(Visited 500 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa Sosiologi 2023 FISIP Universitas Brawijaya dan staff magang di LPM Perspektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?