Lompat ke konten

Jumlah Konselor Terbatas, Layanan E-Counseling UB Terhambat Berbulan-Bulan

Tampilan layar depan laman E-Counseling UB (https://konseling.ub.ac.id/)

Malang, PERSPEKTIF –  E-Counseling Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu layanan dari Kemahasiswaan UB dalam rangka memfasilitasi konseling, psikoedukasi, dan pelatihan pada permasalahan psikologis mahasiswa. Namun, belakangan ini muncul keluhan dari mahasiswa sendiri terkait pelayanan E-Counseling UB yang membutuhkan waktu lama. Mulai dari pendaftaran sampai dengan mendapatkan pelayanan konsultasi.

Rere, salah seorang mahasiswa yang pernah menggunakan layanan E-Counseling UB mengaku dirinya harus menunggu hingga empat bulan untuk mendapatkan pelayanan konsultasi.

“Lama. Prosesnya hampir empat bulan. Yang bikin lama itu menunggu jawaban dari konselornya,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK) ini (6/3).

Hal serupa juga dialami seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia bercerita untuk mendapatkan respon dari E-Counseling UB, dirinya perlu menghubungi staff konselor secara personal.

“Lama banget hampir dua minggu. Aku dulu sudah sangat perlu, jadi memutuskan lewat ordal (orang dalam, red) yaitu kakak tingkatku yang ada kenalan,” jelasnya (8/3).

Ketua Subdirektorat E-Counseling UB, Ulifa Rahma mengatakan masalah tersebut terjadi karena terbatasnya konselor yang ada. Dia menjelaskan untuk tahun kemarin, E-Counseling UB menangani konsultasi sebanyak seribu mahasiswa dengan hanya lima konselor yang tersedia. 

Selain itu, proses konseling tiap mahasiswa yang mengharuskan dilakukan secara berkelanjutan dan mendalam menjadi alasan lain terhambatnya pelayanan konseling.

“Prosesnya konseling tatap muka tidak cuma dilakukan sekali. Kadang sampai konseling dengan keluarga dan dosennya. Ranah konselingnya tidak hanya di mahasiswanya saja,” jelas Ulifa ketika ditemui Tim Perspektif (10/3).

Ulifa lalu menambahkan, sudah ada penambahan konselor yang tersedia di E-Counseling UB. Ia juga mengadakan pelatihan Psychological First Aid (PFA) pada perwakilan mahasiswa di tiap fakultas, jurusan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta mengadakan webinar terkait pertolongan pertama pada gangguan mental.

“Kami juga ada pelatihan dan pembimbingan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang dilakukan dua kali setahun. Harapannya menjadi pertolongan pertama agar dapat memberikan penanganan awal sebelum mahasiswa dirujuk ke E-Counseling UB,” papar Ulifa. (fkm/dt/gra)

==============

Bagi yang membutuhkan layanan konseling UB, silahkan klik tautan berikut https://konseling.ub.ac.id/pendaftaran-konseling/

(Visited 89 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?