Lompat ke konten

Ketua MMD UB: Rektor Bolehkan Pengurus Ormawa Tak Mengikuti Kegiatan MMD

Sosialisasi Mahasiswa Membangun Desa UB 2023 (Youtube LPPM UB)

Malang, PERSPEKTIF Ketua program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) tahun 2023, Sujarwo menyatakan bahwa Rektor UB telah memutuskan apabila mahasiswa yang menjadi pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) tidak wajib mengikuti program MMD. Sujarwo mengatakan jika hal ini merupakan solusi dari tuntutan ormawa yang menganggap program MMD akan mengganggu kegiatan mahasiswa. 

“Solusinya adalah dengan mengkomunikasikan itu. Berapa jumlah mahasiswa yang merasa keberatan dengan adanya ini (MMD, red). Mengganggunya ini dalam level apa,” tuturnya kepada Tim Perspektif melalui  Zoom Meetings pada Kamis (9/3). 

Sujarwo kemudian menegaskan bahwa, kegiatan MMD tidak bersifat wajib. Mahasiswa yang aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) boleh mengikuti atau tidak mengikuti program ini. 

“MMD adalah programnya rektor. Kemudian kalian (ormawa, red) komunikasi bersama rektor dan rektornya bilang boleh untuk mengambil dan tidak mengambil dengan alasan ada kegiatan di Unit Kegiatan Mahasiswa,” jelasnya. 

Sementara itu, Satria Naufal, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB setuju jika pengurus ormawa dibebastugaskan dari MMD karena hasil dan dampak dari kegiatan mereka juga selaras dengan program pengabdian kepada masyarakat. Tak hanya dibebastugaskan, ia juga berharap pengurus ormawa dapat merekognisi kegiatan tersebut senilai empat sistem kredit semester (SKS). 

“Peran pengurus ormawa ini melampaui dari sekedar pengabdian yang ada dalam nilai MMD, karena kegiatan organisasi berjalan bukan tanpa nilai. Kita selalu mengacu kepada Indikator Kinerja Umum (IKU) dan Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA), yang terdiri dari sekian nilai yang kita jadikan acuan dalam berjalannya organisasi,” imbuhnya (16/3).

Pendapat berbeda datang dari Ananda Putra Satria, mahasiswa Jurusan Sosiologi 2021. Ia menyatakan bahwa pengurus ormawa sebenarnya bisa mengikuti MMD karena kegiatan tersebut dilakukan saat liburan semester. 

“Aku sendiri setuju misal anak-anak yang ikut organisasi mahasiswa untuk ikut MMD, karena MMD juga kalau dilihat timeline-nya itu di libur semester. Dan biasanya itu selama libur semester organisasi mahasiswa jarang mengadakan program kerja,” tutur Putra. (gra/los/hal)

(Visited 929 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?