Lompat ke konten

Kala Itu

Oleh: Hanisya Azzahra Larasati*

Hujan sedang turun

Gundah mulai melanda

Aku duduk melamun

menatap kearah jendela

Termenung,mengingat sebuah senyuman

lalu sadar,tuan tak lagi ada

Lagi-lagi memori itu menyeruak masuk

menyerukan namamu di semestaku

Padahal kita telah berjarak

Ah, aku hanya merindu kejadian tempo lalu

Hujan menyiratkan kenangan

yang telah tersimpan

dalam sebuah ingatan

yang tak pernah dianggap

meski dulu sempat bercakap

Kau yang dulu pernah mendekap

lalu pergi menyelinap

Kenangan tak kan pernah lenyap

walau ia tak lengkap

ia akan terus menetap

karena ia, tak pernah punya sayap

(Visited 90 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa Program Sarjana Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?