Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Mahasiswa dan Dosen Keluhkan Pelayanan Administrasi Ilmu Komunikasi Yang Lambat

SEPI - Suasana Gedung B FISIP UB saat perkuliahan daring berlangsung (PERSPEKTIF/Gratio)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIFPelayanan administrasi yang lambat dan kurang responsif  menjadi permasalahan yang sering dihadapi oleh sebagian besar sivitas akademika Jurusan Ilmu Komunikasi (JIK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB). Hal ini seperti yang disampaikan oleh Melati (nama samaran, red), mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 8. 

“Kendala yang pernah aku alami itu ketika 15 menit sebelum ujian magang, Dosen Pembimbingku bilang kalau beliau belum menerima berita acara. Lalu aku menghubungi JIK untuk mengkonfirmasi hal itu, tapi dibalas dua jam kemudian,” tutur Melati (12/03). 

Selain kurang responsifnya admin JIK, Melati juga mengungkapkan bahwa beberapa temannya (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester 8, red) juga mengalami hal serupa. Ia mengatakan bahwa pihak administrasi Ilmu Komunikasi UB masih kurang jelas dan informatif. 

Tak hanya mahasiswa, Melati menambahkan bahwa para dosen juga sering mengeluhkan pelayanan administrasi JIK yang lambat. 

“Bahkan dosen pun juga banyak yang ngeluh kalau admin JIK tuh jelek banget.  Jadi gimana ya, mau berontak tapi kita butuh administrasi, kalau diam saja ya ngelunjak begitu. Berlatih sabar saja kalau sama admin JIK” tambahnya. 

Sesuai dengan yang disampaikan Melati, Yun Fitrah, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) mengkonfirmasi bahwa mahasiswa bimbingannya pernah mengalami pembatalan ujian magang karena berita acara yang belum tersedia dari bagian administrasi. Akan tetapi, Yun juga menyadari bahwa permasalahan yang terjadi memang karena keterbatasan sumber daya manusia dari pihak administrasi. 

Yun kemudian berharap agar ada alur informasi yang jelas antara pihak JIK, dosen, dan juga mahasiswa agar tidak terjadi kesalahan informasi yang dapat menghambat proses akademis mahasiswa Ilmu Komunikasi UB. 

“Kadangkala saya membantu menjelaskan pada mahasiswa bahwa kalau memang tidak dilayani dengan sangat cepat, bukan karena mereka tidak mau melayani, tapi karena jumlah mahasiswanya yang banyak, jadi harus mau antri. Itukan juga sesuatu yang harus dipahami,” imbuh Yun kepada Perspektif (30/03).

Menanggapi permasalahan ini, Dyah Ayu selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi FISIP UB mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi.  

“Jadi memang kita pernah mendiskusikan ini sebelumnya. Akhir tahun kemarin kita membuat evaluasi karena kita merasa bahwa administrasi kita sudah oke gak sih atau masih ada lubang-lubangnya (kekurangan-kekurangannya, red). Jadi memang mencoba untuk melakukan survey juga untuk melihat ada gap apa sebenarnya untuk pelayanan kita,” ujar Dyah.

Dyah juga menegaskan bahwa tim yang bertugas untuk mengevaluasi mengenai proses administrasi Ilmu komunikasi UB sudah melakukan perubahan. 

“Kita melihat, kemarin tuh ada perubahan tim adminnya sendiri. Karena ternyata yang lama itu tim adminnya cuma sedikit padahal kalau Ilkom (Ilmu Komunikasi) mestinya itu paling banyak. Jadi akhirnya kemarin itu kita mendapatkan ada perubahan tim lagi. Sekarang perbedaannya adalah jumlah tim adminnya itu ditambah,”  jelasnya.

Dyah berharap mahasiswa harus mengerti bahwa tim admin juga perlu waktu untuk mengurus administrasinya. Ia berpesan jika lebih dari tiga hari kerja dan belum ada perkembangan sama sekali, mahasiswa bisa konfirmasi call center yang tersedia. (laa/ryn/dhs)

(Visited 78 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts