Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Krisis Seperempat Abad

Ilustrator : Putri Gemilang Hutajulu
Oleh: Tiara Nurlaily*
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tahun ini 2022.

22 tahun pula usiaku.

Temanku sudah tahun ke 3 kuliah,

Sedangkan aku masih ada pada angka 2.

Temanku juga sudah menikah,

Aku? Kekasih saja tak punya.

Dia yang seumuran denganku bahkan sudah beranak 2,

Dan sekali lagi, menikah saja masih jauh dari kepala.

Mereka semua sibuk pada perannya,

Aku melamun di meja belajar sambil bertanya,

Apa yang sudah aku lakukan, selama 22 tahun hidup di dunia.

Jawabannya?

Tidak ada.

Sebenarnya aku berencana lanjut studi S2,

Tapi orang-orang berkata aku terlalu tua,

Mengapa kamu berambisi seangkasa,

Apa tidak takut jadi perawan tua?

Menjawabnya,

Aku hanya bisa tertawa.

Tiba-tiba aku teringat apa kata pepatah,

Semua orang akan ada waktunya,

Namun mengapa orang-orang tetap saja ikut campur dan bertanya,

Tentang hal-hal yang bahkan mereka tidak ada sangkut pautnya.

(Visited 51 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya angkatan 2020. Saat ini sedang aktif di divisi PSDM LPM Perspektif.

1 tanggapan pada “Krisis Seperempat Abad”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts