Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Cakap di Sore Senja

Oleh: Rosatin Nur*
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Bung, lihat sepasang camar di tepi dermaga itu
Agaknya si betina enggan pada sang jantan

“Kata siapa? Setiap kali sore datang mereka tak pernah lewatkan senja bersama.”

Bung, mungkin kau lupa,
senja sore ini adalah dua waktu berbeda dengan senja kemarin-kemarin
Lagipun, masih ada petang yang mereka lewatkan bersama

“Kalau begitu sudah jelas ia menemukan jantan yang lain bukan?”

Tidak juga
Ada banyak hal yang dapat kita lihat tapi tak dapat kita pahami di semesta ini, Bung
Bahkan dersik angin, debur ombak,
dan segala jumantaranya yang menjadi saksi mereka bersama,
juga tak tentu paham setiap karsa dalam diri

Sekarang kau lihat
Justru sang jantanlah yang kini mulai mengepakkan sayapnya,
menjauh, terbang lebih cepat, meninggalkan si betina
Menyisakan duka
Menyayat rasa dalam hati

Namun sekali lagi,
Kau, Aku, dan Kita semua tak pernah tahu sebab
Apa dan Mengapanya

(Visited 35 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Tahun 2020. Saat ini aktif sebagai anggota divisi Redaksi LPM Perspektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts