Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Cerminan Pandemi Covid-19 dalam Film Outbreak (1995)

Sumber Foto: imdb.com
Oleh: M. Adam Maliki*
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Judul Film : Outbreak

Produser Film : Gail Katz, Arnold Kopelson, Anne Kopelson, Wolfgang Petersen

Sutradara Film : Wolfgang Petersen 

Penulis Naskah : Lourence Dworet, Robert Roy Pool

Distributor Film : Warner Bros

Pemeran Film : Dustin Hoffman, Rene Russo, Morgan Freeman

Durasi Film : 128 Menit

Tanggal Rilis : 10 Maret 1995

Resensi oleh: M. Adam Maliki

Film ini bercerita tentang munculnya suatu wabah virus dari suatu hewan primata yang menimpa sebuah kota kecil di Amerika Serikat. Pemerintah di negara tersebut dituntut untuk bertindak cepat mengatasi wabah ini. Di sisi lain, ternyata pemerintah memiliki kepentingan lain yang menyebabkan wabah tersebut harus dimusnahkan dengan cara pemboman di kota terdampak. Presiden telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk tidak membantah perintah pemboman tersebut dan menyembunyikan fakta bahwa sebenarnya negara telah memiliki antiserum virus, karena virus yang mewabah di kota tersebut adalah virus yang pernah menjangkit Amerika Serikat 30 tahun sebelumnya. Namun, salah satu prajurit mengetahui fakta dan berusaha mencari antiserum virus tersebut untuk menyelamatkan warga tanpa harus melakukan pemboman.

Melihat bahwa ada dua prajurit yang berkhianat, presiden tetap memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pemboman wilayah. Saat itu terdapat perang psikis antara prajurit dengan presiden untuk memengaruhi pilot yang bertugas meluncurkan bom. Akhirnya, sang pilot pun tetap meluncurkan bom pemusnah tersebut namun di tempat yang berbeda, yaitu di atas laut. Sehingga, kota selamat dari bom pemusnah massal manusia.

Dalam film outbreak ini, sebenarnya presiden telah memiliki antiserum yang bisa dibagikan kepada masyarakat supaya virus tidak menyebar dan orang yang terjangkit bisa sembuh. Namun, presiden memutuskan untuk menyimpan antiserum tersebut karena satu dan lain hal, dan lebih memilih untuk memusnahkan kota yang terjangkit virus, meskipun harus membunuh ribuan orang yang ada di dalamnya. 

Apa yang terjadi dalam film Outbreak ini bisa dikatakan sama dengan apa yang terjadi saat ini. Terdapat sebuah virus yang mewabah di seluruh dunia, namun belum ada antiserum yang tepat untuk menangkalnya. Dalam film Outbreak yang diproduksi pada tahun 1995 ini, sekilas menampakan adanya unsur politik dan hukum, yang tercermin pada kesewenang-wenangan penguasa dalam mempertahankan kedudukannya, namun mengabaikan keselamatan rakyatnya. Para pemimpin sebenarnya tahu apa yang harus dilakukan dan apa solusi dari sebuah permasalahan. Namun, mereka memilih alternatif lain yang sebenarnya tidak tepat demi menyelamatkan jabatannya dan hubungannya dengan negara lain. 

Film ini membuka mata kita bahwa di balik kebijakan kontroversi dari pemerintah, pasti terdapat konflik kepentingan di dalamnya. Dengan kata lain, kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya, di setiap permasalahan negara, presiden dan jajarannya telah memiliki solusi yang efektif. Namun, solusi tersebut tak jarang tidak dilakukan untuk menjaga reputasi dan kekuasaan segelintir orang. Untuk itu, kita harus lebih kritis dalam menyikapi segala permasalahan, supaya kita bisa bertahan dalam ketidakpastian. Film ini sangat cocok ditonton di saat era pandemi sekarang. Karena jalan cerita yang berhubungan dengan kehidupan saat ini. Selain itu, film ini  juga membuka wawasan kita tentang konflik di balik layar kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi saat ini. Efek yang dibuat pun terbilang cukup modern dan menarik untuk sebuah film keluaran tahun 1995. Akting para pemain yang sangat mengesankan, ditambah dengan efek yang modern membuat film ini layak untuk ditonton. Film ini bisa dikatakan beraliran thriller karena mengandung beberapa efek darah yang membuat film ini tidak disarankan bagi penonton yang tidak menyukai film berbau darah.

(Visited 19 times, 1 visits today)
*) Penulis bernama Mohammad Adam Maliki, mahasiswa Ilmu Politik 2020 yang saat ini aktif di LPM Perspektif Divisi Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts