Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Maba FISIP Keluhkan Sulitnya Akses Literatur Digital Perpustakaan UB

Sepi - Pintu utama Perpustakaan UB yang nampak sepi selama pandemi. (PERSPEKTIF/Salma Nihru)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Memasuki perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2020/2021, mahasiswa baru (Maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mengalami kendala dalam akses literatur digital di Perpustakaan UB.

Kendala akses oleh maba angkatan 2020 tersebut disebabkan karena kurang memahami akses fasilitas literatur digital yang disediakan oleh Perpustakaan UB.

Ira Lora Putri Silaban, mahasiswa Hubungan Internasional 2020, menjelaskan bahwa selama masa perkuliahan dirinya memilih membeli buku secara pribadi. Cara tersebut ia pilih dibandingkan mengakses literatur digital yang disediakan Perpustakaan UB.

“Pada beberapa Minggu awal perkuliahan, aku sendiri masih memilih untuk mencari sumber pustaka di online shop atau toko-toko buku. Kalau lewat internet, biasanya mencari literatur digital yang direkomendasikan dosen,” jelasnya saat diwawancarai awak Perspektif pada Kamis (25/2).

Lebih lanjut, Ira menjelaskan bahwa cara mengakses literatur dari kampus masih sulit. Ia merasa banyak mahasiswa UB yang belum memahami tentang mekanisme akses literatur digital di Perpustakaan UB.

 “Perpustakaan UB jarang diminati mahasiswa karena susah atau tidak paham cara mengakses literatur digitalnya. Malah lebih gampang mengakses lewat beberapa website, karena memang lebih mudah (aksesnya, red),” papar Ira.

Senada dengan Ira, Muhammad Hanif, maba Ilmu Komunikasi, juga menyebutkan bahwa dirinya mengaku membeli buku secara pribadi untuk beberapa mata kuliah. Hanif juga merasa kesulitan dalam mengakses fasilitas literatur yang disediakan oleh Perpustakaan UB. 

“Bahkan, dosen pun tidak pernah bilang atau menyarankan untuk mengakses (literatur digital, red) Perpustakaan UB lewat website,” tegasnya.

Hanif menambahkan bahwa menurutnya sosialisasi tentang akses literatur digital masih kurang lengkap, sehingga masih banyak mahasiswa yang belum paham.

“Seingat saya, saat ospek disampaikan bahwa (literatur digital, red) Perpustakaan UB bisa diakses di website, tapi belum ada sosialisasi lebih lanjut, seperti cara aksesnya dan bagaimana mekanismenya,” jelasnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Pelaksana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) FISIP UB 2020, Salsabil Raihanah, menyatakan bahwa dalam rangkaian acara tersebut telah disampaikan materi pengenalan akses literatur digital Perpustakaan UB.

Bahkan, Panitia PKKMABA FISIP UB 2020 telah mengundang pemateri ahli sebagai pembicara. Akan tetapi, pelaksanaannya terhambat waktu yang terbatas.

“Waktu persiapan panitia kemarin sedikit. Walaupun begitu, acara sosialisasi berjalan lancar,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Perpustakaan UB telah melaksanakan pelatihan literasi informasi dan masih terus dilaksanakan setiap Selasa hingga 13 April 2021. (fjr/sap/mim)

(Visited 131 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts