Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Baru

Illustrator: Nur Chandra
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Oleh: Christanti Yosefa*

sehari dua hari seperti gerbang mistis diantara dua alam

berdiri di ujung, menatap segan, kagum dan ngeri

sementara orang tua melepas kita dengan perpisahan haru

karena anak bukan dara taruna yang harus diambilkan rapor lagi

jadinya seperti perumpamaan

realita sinema-sinema tentang bagaimana

seorang jadi dewasa, jadi merdeka,

walau semantik tentang itu boleh jadi meragukan buatmu dan aku

(dan kita tidak perlu setuju)

orang berkata rasanya seperti terbang

kataku seperti mendayung dalam lautan pilihan

yang membedakan adalah kaki tangan

punya sendiri, pancing pun sendiri

ada bekal kiat-kiat menghadapi badai dan bertahan hidup

tapi kata kakak, kuncinya hanya percaya pada diri sendiri

untuk apa?

karena ada yang menanti

siapa? apa? di mana? bagaimana?

tidak perlu tahu karena tidak usah tahu

soalnya ketika kapal berlabuh, Ia beri tanda untuk berhenti atau lanjut

tiba-tiba laut jadi genangan becek di gang-gang kampung

dan kita jadi besar, besar sekali

*)Penulis merupakan mahasiswi Hubungan Internasional angkatan 2018 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Saat ini aktif sebagai anggota Divisi Sastra LPM Perspektif.

(Visited 70 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts