Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Konferensi Pers PKKMB 2020: Persiapan Hingga Evaluasi

Pelaksanaan Konferensi Pers secara daring (19/9).
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Pelaksanaan konferensi pers Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Brawijaya (UB) 2020 dilakukan via Zoom pada Sabtu (19/9). Acara ini dihadiri oleh jajaran rektorat, Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB, serta Ketua Pelaksana PKKMB 2020 sebagai perwakilan dari panitia. Menyesuaikan dengan sistem secara daring untuk pertama kalinya, pembahasan difokuskan pada persiapan hingga evaluasi.

“Kami melakukan persiapan secara intensif untuk membangun suatu sistem PKKMB online yang berkolaborasi dengan TIK Universitas Brawijaya, UBTV, tim khusus dari staf ahli Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, dan juga panitia Raja Brawijaya 2020,” tutur Abdul Hakim selaku Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan.

Dalam pelaksanaannya, tim panitia melibatkan 64 operator yang disesuaikan dengan jumlah cluster mahasiswa baru (maba). Simulasi atas sistem apakah berjalan secara baik atau tidak turut dilakukan melalui gladi kotor dan gladi bersih pada tanggal 17 dan 18 september 2020.

Pelaksanaan PKKMB 2020 secara daring mengalami beberapa kendala. Daffa Anzunatama selaku Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2020 menyatakan bahwa dalam persiapan teknis cukup mengalami kesulitan.

“Jadi yang menjadi masalahnya, ialah pembimbingan teknis pada semua operator agar dapat mengoperasikan sistem dengan baik,” jelasnya.

Setelah pelaksanaan sejak gladi hingga upacara pembukaan, terdapat beberapa catatan evaluasi atas sistem yang digunakan dalam PKKMB 2020. “Mungkin salah satunya ialah evaluasi tentang pengumpulan pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada pemateri pada hari H. Pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut disimpan, kemudian direkap oleh masing-masing operator, lalu dikirim dan akan disampaikan oleh pembawa acara,” ungkap Daffa.

Dijelaskan bahwa dalam rangkaian acara, tidak ada interaksi secara verbal oleh siapapun kepada maba karena semua perintah dan pertanyaan disampaikan melalui chat.

“Semua interaksi antara operator dengan maba dikontrol khusus oleh 15 pengawas yang berada di belakang tempat duduk operator. Selain itu, juga ada tim khusus yang bertugas untuk mengawasi semua jalannya PKKsMB secara online,” tambah Abdul Hakim. (fjr/kar/rns)

(Visited 137 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts