Rektorat – Gedung Rektorat UB di pagi hari (13/8). (Perspektif/Ridha)

Malang, PERSPEKTIF — Untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Rektor Universitas Brawijaya (UB) menerbitkan Surat Edaran No.5/UN.10.11/SE/2020 tentang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, Praktik Kerja Nyata (PKN) dan Skripsi.

Salah satu poin dari surat edaran tersebut adalah mengganti segala bentuk praktik lapang bagi mahasiswa, termasuk PKN dengan tugas setara. Dengan adanya keputusan tersebut, mahasiswa harus menunda terlebih dahulu pelaksanaan PKN-nya.

Wakil Dekan I Bidang Akademik, Siti Kholifah, mengatakan bahwa untuk mengisi kekosongan masa belajar selama penundaan PKN, mahasiswa diberikan tugas yang sistem penilaiannya dikoordinasikan dengan dosen pembimbing masing-masing. Meskipun begitu, mahasiswa tetap dituntut untuk melaksanakan PKN agar memiliki nilai penentu kelulusan.

Terkait penambahan waktu PKN, mahasiswa dapat mengonsultasikan dengan dosen pembimbing masing-masing. “Melihat ke keputusan rektor kemarin dibenarkan (semester tambahan, red). Hal ini berlaku bagi semua kalangan mahasiswa, tidak hanya untuk mahasiswa yang PKN,” ungkapnya.

Antoni selaku Kepala Jurusan Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi menerangkan bahwa terdapat penyesuaian terhadap pelaksanaan PKN bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan mengusung konsep PKN daring. Konsep PKN tetap sama yakni mahasiswa tetap dapat memilih dua opsi PKN yaitu magang sesuai bidang profesional keilmuan komunikasi atau public service dengan tetap berdasarkan sistem daring atau dari rumah.

“Di kondisi sekarang ini, kita sangat menonjolkan dan mendorong mahasiswa untuk melakukan public service seperti ambil bagian dalam melakukan social marketing, analisis media, atau mengamati persoalan di masyarakat dan mencoba berbuat sesuatu untuk menghadapi masalah ini,” ungkapnya.

Bentuk pelayanan publik yang dapat dipilih oleh mahasiswa bermacam-macam, salah satunya dengan membuat konten sosialisasi. “Semacam infografis atau video yang kontennya membantu sosialisasi satgas (satuan tugas) nasional. Jadi aktivitas dari rumah secara daring tetapi semangatnya public service,” tutur Antoni.

Sedangkan untuk mahasiswa yang memilih melaksanakan magang, sistem bekerja dari rumah tetap diutamakan di prodi Ilmu Komunikasi, seperti contoh melakukan marketing communication di sebuah perusahaan. Sedangkan opsi turun lapangan yang disetujui sebagai bentuk kegiatan PKN adalah mengikuti kegiatan volunteer di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan tugas di bidang komunikasi.

“Kemarin sudah saya sampaikan kepada teman-teman yang akan modifikasi PKN dengan wakil dekan 1 agar kegiatan volunteer ini bisa diakomodir,” tambahnya saat diwawancarai via Googlemeet (6/4).

Mahasiswa Hubungan Internasional 2017, Salma Luthfia, mengaku lega dengan penundaan tersebut. “Jadi sebenarnya aku udah survei untuk tempat PKN, bahkan tiket juga siap. Tapi memang aku sendiri takut untuk berangkat, untungnya keluar surat edaran untuk penundaan,” jelasnya saat diwawancarai secara daring. (ist/rio/ais)

(Visited 103 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here