Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

UB Krisis Pusat Layanan Psikologi

Malang, PERSPEKTIFBeberapa pekerjaan rumah menanti Universitas Brawijaya (UB) jika resmi menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Salah satunya adalah belum adanya pusat layanan psikologi di UB. Hal ini disampaikan ketika sosialisasi perubahan UB menjadi  PTN-BH pada (29/10).

Kepala Jurusan (Kajur) Psikologi UB, Cleoputri Al Yusainy menyayangkan belum adanya pusat layanan psikologi di rumah sakit maupun klinik UB. Menurut dia layanan psikologi penting demi menangani permasalahan mental dan pemberian layanan konseling bagi mahasiswa UB.

”Dari 30 dosen yang dimiliki psikologi, hanya 12 orang yang memiliki izin praktek. Jadi saya meminta jajaran rektorat UB untuk membantu pemberdayaan dosen maupun mahasiswa demi mengoptimalkan layanan psikologi,” ungkap Cleo.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) Abdul Hakim tidak banyak memberi tanggapan. Abdul berharap agar pusat layanan psikologi UB dapat dioptimalkan kembali operasionalnya.

”Yang jelas saya mendukung. Dan saya berharap pusat layanan psikologi tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tutur Hakim.

Salma Neyla Salsabila, mahasiswi Pendidikan Vokasi 2019 merasa kecewa UB belum memiliki pusat layanan psikologi. Menurut dia, sangat ironis UB yang masuk dalam jajaran kampus besar belum memiliki layanan psikologi.

”Artinya UB masih belum begitu sadar tentang pentingnya kesehatan mental. Tidak hanya itu, pusat layanan psikologi juga dapat meningkatkan produktivitas dan motivasi bagi mahasiswa” kata Salma.

Menurut Salma mahasiswa memerlukan bimbingan psikis agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Terutama bagi mahasiswa baru, bimbingan psikis menjadi penting untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kuliah maupun masalah personal.

”Jadi saya berharap UB dapat mengoptimalkan pusat layanan psikologinya. Agar bisa memberikan layanan bagi mahasiswa yang sedang mengalami permasalahan mental,” tuturnya. (mim/cha/dic)

(Visited 192 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts