Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

FISIP Kurangi Perkuliahan Malam Hari

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (PERSPEKTIF, Ayu)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bawijaya (UB) menata  jadwal perkuliahan dengan mengurangi jadwal kelas malam. Perkuliahan malam semester ini hanya ada di hari Senin dan Selasa. Kebijakan tersebut merupakan salah satu strategi dalam menghemat energi, baik sumber daya manusia maupun listrik.

“Kalau bisa tidak ada kelas malam. Itu dapat menghemat secara energi, dalam artian semua bukan hanya dosen dan mahasiswa, tetapi juga menghemat listrik,” ungkap Siti Kholifah, Wakil Dekan 1 FISIP.

“Kalau Senin-Selasa itu kami main strategi saja. Artinya kelas malam disebarkan ke semua hari, otomatis listrik nyala terus. Jadi minimalisir kelas malam dapat mengurangi anggaran. Listrik di sini juga kadang mati,” tambah Kholifah.

Menurut Sigit Kristanto, staf bagian akademik FISIP, awalnya kelas malam dilaksanakaan hingga hari Rabu. Setelah dilakukan pengaturan jadwal kuliah, kelas malam hanya ada di hari Senin dan Selasa.

“Petugas pelayanan kelas, kalau penuh kelas malam terus juga kasihan. Kemarin coba untuk dipaskan, awalnya yang tidak ada kelas malam itu Kamis sama Jum’at. Kemudian digeser lagi yang kosong bisa Rabu, Kamis, Jum’at. Jadi yang ada kelas malam hanya Senin dan Selasa,” jelas Sigit.

Sigit menambahkan apabila ada pergatian kelas atau kelas pengganti, karena mahasiswa dan dosen tidak bisa bertemu di kelas yang telah dijadwalkan. Dapat menggunakan kelas malam yang kosong.

Senada dengan Sigit, Kholifah mengungkapkan pengurangan kelas malam juga bertujuan untuk mengantisipasi kelas penggganti.

“Bukan hanya secara anggaran, namun juga bisa mengatur agar lebih enak kalau ada dosen yang cari kelas pengganti, udah pasti hari Rabu sampai hari Jumat kelas pasti kosong, dan memang gantinya itu pasti malam,” terang Kholifah.

Joseph Sinaga mahasiswa jurusan Hubungan Internasional,   lebih memilih kelas malam ditiadakan karena merasa tidak efektif.

“Kalau kelas malam itu tidak efektif buat belajar, karena sudah ngantuk banget. Itu sudah malam, disuruh belajar, sudah nggak masuklah.” ungkap Joseph

Sama dengan Joseph, Nufrida Karmelia mahasiswa Ilmu Pemerintahan juga beranggapan kelas malam tidak efektif.

“Kelas malam itu tidak efektif, baik dosen maupun mahasiswa itu sudah lelah. Apalagi kalau kelasnya dari pagi, kelas jam ke empatpun sudah lelah. Jadi kelas malam tidak efektif untuk pembelajaran,” terang Nufrida.

Baik Kholifah maupun Sigit berharap, jika gedung baru telah jadi tidak ada lagi kelas malam di FISIP. (els/ttm/wur)

(Visited 322 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts