KONFIRMASI - Akhmad Muwafik Saleh, selaku Wakil Dekan III, mengkonfirmasi kepada awak Perspektif perihal kendala dengan panitia PKKMABA.

Malang, PERSPEKTIF – Ketua panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Majasiswa Baru (PKKMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Adi Putra Maulana, mengungkapkan bahwa lagi-lagi kendala dari persiapan kepanitiaan ini adalah masalah koordinasi dengan pihak dekanat. Susahnya koordinasi dengan dekanat ini dinggap menghambat jalannya persiapan yang akan dilakukan.

“kendala kita lagi-lagi itu masalah koordinasi dengan pihak dekanat. Ini kan sebenarnya kewajiban dosen, acaranya dosen, fakultas, dan aslinya kita sebagai mahasiswa itu ya di lapangannya, teknisnya. Ketika kita maunya gini, eh ternyata dosennya gamau dan ketika kita gamau ini, dosen itu pengen mau jadi, jadinya sering berbeda pandangan,” ujar Adi.

Adi berujar bahwa masalah koordinasi dengan  Wakil Dekan III (WD III), Akhmad Muwafik Saleh, menjadi kendala yang utama karena pada saat persiapan PKKMABA, masih sibuk mengurus acara MTQMN

“Sebetulnya kita itu terkendalanya juga di Pak Muwafik yang masih sibuk MTQ waktu itu, nggak bisa ditemuin. Jadi kita koordinasi itu cuma lewat WA, kadang gak dibales, dan kita itu keliling-keliling di laprek cuma mau buat ketemu Pak Muwafik doang,” terang mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2015 itu.

Hal ini juga mendapat keluhan dari CO acara PKKMABA FISIP 2017 yaitu Dzakiyah Nur Afifah, “Ketika saya lagi penting tiba tiba dosennya susah dihubungin, nah itu juga sebetulnya kendala banget karena kan dosen- dosen yang memutuskan tapi kita juga harus mengikuti, tapi kadang komunikasinya terhambat,” ujar Dzakiyah.

Hal ini ditanggapi oleh Muwafik yang juga merupakan Kapel panitia dosen, “Iya memang mereka pasti kesusahan koordinasi dengan saya karena saya adalah ketua pelaksana MTQMN. Jadi saya kurang lebih satu bulan sudah tidak fokus untuk mengurusi kegiatan PKKMABA dan fokus untuk menyukseskan kegiatan MTQMN,”.

Akibatnya, panitia PKKMABA mengalami kesulitan untuk melaksanakan latihan dan simulasi karena belum bisa dipastikan dimana venue yang akan digunakan. Untuk tempat venue acara sendiri mengalami perbedaan pendapat dengan pihak dekat.

“Untuk venue kita H-3 minggu belum dapet. Dari pihak dosen tuh pengennya di belakang gedung B sini, padahal disini tuh banyak pohonnya. Pak Muwafik itu kan aslinya ga maunya karena disitu (sebelah gedung C) ada crane, nah Pak Muwafik itu takutnnya disitu doang. Sebenernya kita dengan teman-teman panitia sudah koordinasi dengan pengadaan dan pembangunan jadi dan katanya itu sudah bisa dikondisikan” ungkap Adi ketika ditemui awak Perspektif pad (18/8). (glf/wnd/yfa/zil)

(Visited 122 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here