Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Simpang Siur Informasi Serta Alur Tes TI dan TOEFL

Pengumuman – Informasi mengenai tes TI untuk mahasiswa Strata 1 dan diploma 3 yang tampak pada Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM).
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Pengumuman – Informasi mengenai tes TI untuk mahasiswa Strata 1 dan diploma 3 yang tampak pada Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM).

Malang, PERSPEKTIF – Informasi kejelasan mengenai Sertifikasi Kompetensi Teknologi Informasi (TI)dan Test of English as a ForeignLanguage (TOEFL) masih terkesan simpang siur di kalangan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sebagai syarat kelulusan.

Dwi Setyani, salah satu mahasiswa jurusan Hubungan Internasiona (HI) Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik(FISIP) angkatan 2013 mengeluhkan kesimpang siurantes IT dan TOEFLyang merupakan syarat kelulusan akibat tidak adanya sosialisasi.

“Infonya itu bener-bener simpang siur.Aku aja nanya ke temen-temen ku dan itu gak ada yang dapet sosialisasi. Idealnya kan harus ada sosialisasi tentang tesnya sendiri, dan itu gak ada sama sekali. Padahal harusnya ada fasilitasnya gitu, kabar dari temen-temen dan itu infonya beda-beda” keluh Dwi.

Tidak adanya sosialisasi ini, menurut Dwi juga menyebabkan sedikitnya mahasiswa yang mengetahui mengenai kedua tes tersebut sebagai syarat kelulusan.

“Aku baru-baru ini ikut tes itu. Soalnya infonya itu gak menyeluruh gituloh. Kurang tau kalotes TOEFL dan tes IT masuk sebagai persyaratan lulus. Tapi ada sebagian orang yang memang tau tapi sedikit banget. Kebanyakan kayak aku, tahunya waktu diakhir-akhir ngurus skripsi gini.” Keluh Dwi.

Menanggapi hal tersebut, Siti Kholifah, Wakil Dekan I, mengira bahwa mahasiswa sudah tahu sebelumnya mengenai adanya tes TOEFL dan TI tersebut.

“Itu jadi pekerjaan rumah saya ternyata kalian tidak tahu. Karena nanti keterangan kalian akan masuk ke Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan ini akan dipakai saat kalian melamar pekerjaan dan kalian yang punya asosiasi.” Terangnya.

Selain itu, ada perbedaan pendapat antara pihak rektorat dengan Fakultas, mengenai alur pelaksanaan tes TOEFL dan TI.

Agus Yuliawan Surasdijanto, Kepala Bagian Akademik danPembelajaran Rektorat UB mengatakan bahwa alur pelaksanaan kedua tes tersebut dilimpahkan pada pihak fakultas.

“Jadi nanti pelaksanaan, teknisnya maupun syarat-syarat lainnya itu yang menentukan ya pihak fakultasnya. Kalau kami ya hanya sebagai pelaksana kebijakan saja. Tapi itu terpusat di Universitas,” JelasAgus.

Di sisi lain, Siti Kholifah membantah hal tersebut, ia mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan tes TOEFL dan tes TI tidak diserahkan ke FISIP. “Untuk itu masih ditangani oleh universitas dan nyambungnya di Inbis (Inkubator Bisnis, red),”ujarnya

Siti menambahkan jika kedua tes tersebeut dilimpahkan kepada pihak Fakultas, maka ia akan menyiapkan Laboratorium (Lab) Bahasa, namun selama ini sudah ada Inbis yang mengakomodir hal tersebut.

“Kemarin saya rapat dengan pengurus Lab Bahasa Inggris dan Lab Komputer, ya saya akan mendapat konsul, tapi ngga ada. Makanya sambungannya adalah kalau mahasiswa dapatnya di Fakultas maka saya tahu,” pungkasnya. (wnd/crn/zil)

(Visited 893 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts