Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Jumlah Pemilih Tidak Penuhi Target

Malang, PERSPEKTIF Pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Brawijya (UB) pada  Rabu  (23/11) kemarin, menghasilkan jumlah total hanya mencapai 12. 184 pemilih. Hal tersebut diungkapkan tidak sesuai dengan target panitia dimana pada tahun ini panitia PEMIRA UB menargetkan 15.000 pemilih, atau 15 persen dari jumlah kasar mahasiswa UB.

“Kalau dari panitia Humas sendiri tahun ini menargetkan sebanyak 15.000 pemilih. Targetnya itu termasuk dari mahasiswa UB Malang dan mahasiswa UB Kediri,” ujar Syahreza, CO Humas PEMIRA UB 2016.

Syahreza juga mengungkapkan di setiap fakultas rata-rata pemilih hanya berkisar di atas 200 pemilih. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, jumlah tersebut tentu saja tidak memenuhi target yang diharapkan oleh panitia PEMIRA. Mengenai penyebab jumlah yang tidak memenuhi target sendiri, Syahreza mengungkapkan ada beberapa penyebab.

“Kalau itu banyak alasan normatif sebeneanya, salah satunya ada mahasiswa yang apatis sama PEMIRA  ini. Terus kalau nggak memilih juga salah satu langkah politik, ada yang memang nggak tahu tentang PEMIRA ini. Jadi, kita usaha untuk sounding tidak hanya lewat Official Account (OA), kalau tahun lalu kita cuma twitter, instagram, line tahun ini kita juga ada safari fakultas,” ungkap Syahreza.

Mahasiswa sendiri menilai bahwa PEMIRA UB dan kontribusi mahasiswa ini sangat penting karena dapat mewujudkan demokrasi bagi mahasiswa.

“Kontribusi dari mahasiswa juga sangat penting karena sebagai wujud pendidikan politik. Misalnya, visi-misi calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), kalau cocok dengan misi mereka, kenapa nggak  milih,” ujar Ilham, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2014, yang ditemui kemarin (23/11).

Berbeda dengan Ilham, Diovani Hasyemi, salah satu mahasiswa yang memilih tidak menggunakan hak pilihnya, mengatakan PEMIRA tidak banyak berdampak pada mahasiswa. Ia juga menambahkan, siapapun yang terpilih tidak memberi efek langsung padanya.

“Alasannya sederhana, siapapun yang terpilih tidak memberi dampak langsung,” ujar mahasiswa Fakultas Peternakan itu. (rah/knd/dnd/ank)

(Visited 144 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts