Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Animo Pendaftar Tinggi, Brawijaya Market Festival Sepi Pengunjung

BERSIAP - salah satu penampil sedang mempersiapkan penampilannya di acara Brawijaya Market Fest di hari kedua pada sabtu (04/06).(Abri)

BERSIAP – salah satu penampil sedang mempersiapkan penampilannya di acara Brawijaya Market Fest di hari kedua pada sabtu (04/06).(Abri)

Malang, PERSPEKTIF – Tepat pada tanggal 3 sampai 4 juni event Brawijaya Market Festival telah diselenggarakan. Rangkaian acara ini termaksud seminar kewirausahaan dan bazar yang diadakan di gedung Samanta Krida dan areal disekitarnya . Acara ini merupakan kaloborasi dari Eksekutif Mahasiswa (EM) lewat kementrian Ekonomi dan Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Wirausaha Mahasiswa . Riski D. selaku ketua panitia dari Brawijaya Market Festival menyatakan bahwa konsep kolaborasi ini memadukan program kerja Kementrian Ekonomi EM yaitu Pasar Brawijaya dan Proker UKM Wirausaha Mahasiswa Talk Show Kewirausahaan.

Brawijaya Market Festival kali ini mengusung Socio-Technopreneur sebagai tema. “Socio-Technopreneur merupakan gabungan dari sociopreneur dan technopreneur dimana kami berharap kegiatan wirausaha memiliki manfaat bagi lingkungan sosial dan sosialisasi ke masyarakat bahwa technopreneur itu ada” Kata Riski. Dalam kegiatan Seminar kewirausahaan panitia BMF sendiri mengundang  pembicara yang berpengalaman dalam bidang kewirausahaan seperti Ahmed tessario(CV Siratanio Organic Indonesia) dan Bambang Irawan B. Sc (Irawan Business).

Untuk Bazar, ada tiga ktegori dari panitia yang bisa dipasarakan yaitu craft dan Jasa, minuman, dan makanan. Sektor makanan merupakan yang paling banyak di pasarkan dalam kegiatan ini. Riski juga megungkapkan bahwa pendaftar dari peserta stand Bazar di acara ini sempat melebihi jatah yang 85 dimana jatah yang disediakan panitia seharusnya 79 stand. “Biarpun pendaftar melebihi waiting list, namun mereka tetap kita terima karena kebetulan area yang ada masih bisa cukup untuk menampung”, tutur Riski.

Dalam Bazar sendiri pun ada kekurangan yang perlu menjadi pertimbangan panitia yang sempat diungkapkan salah satu peserta Bazar. “Pengungjung yang datang tidak seramai Pasar Brawijaya tahun lalu, mungkin dikarenakan ada pemisahan lokasi berjualan di mana Makanan, minuman, dan pakaian dipisah di lokasi yang berbeda tidak seperti tahun lalu,” Kata Bella salah satu peserta Stand Bazar yang menjual produk minuman. Bella menambahkan untuk promosi sendiri dirasa kurang dan sedikit tersaingi dengan acara-acara lain di saat itu juga. Juga tidak seperti tahun lalu, sekarang juga tidak menampilkan guest star yang mungkin kurang menambah minat mahasiswa untuk berkunjung

Riski selaku ketua panitia juga berharap dengan adanya acara ini nantinya dapat memberikan wawasan dan memotivasi para mahasiswa untuk berwirausaha dan juga bisa menjadi media bagi mahasiwa yang telah memiliki konsep dan business plan untuk mengaplikasikan ide bisnis mereka. (adp)

(Visited 194 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts