Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Prameswari Brawijaya Ingatkan Pentingnya Pendidikan Bagi Perempuan

GEMULAI - 15 finalis fashion show 'unjuk gigi' dihadapan audience dalam acara Prameswari Brawijaya yang mengusung slogan "Beauty, Smart, Powerful" yang disenggarakan oleh HIMAPOLITIK UB pada Jumat (22/04)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
GEMULAI - 15 finalis fashion show 'unjuk gigi' dihadapan audience dalam acara Prameswari Brawijaya yang mengusung slogan "Beauty, Smart, Powerful" yang disenggarakan oleh HIMAPOLITIK UB pada Jumat (22/04)

GEMULAI – 15 finalis fashion show ‘unjuk gigi’ dihadapan audience dalam acara Prameswari Brawijaya yang mengusung slogan “Beauty, Smart, Powerful” yang disenggarakan oleh HIMAPOLITIK UB pada Jumat (22/04). (Sumber: Akun Resmi Line HIMAPOLITIK UB)

Malang, PERSPEKTIF – Jumat (22/4) Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOLITIK) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Prameswari Brawijaya guna menyambut peringatan hari Kartini. Acara yang diselenggarakan di Studio UB TV dibagi menjadi tiga rangkaian acara. Yakni talkshow, beauty class dan fashion show.

Sesi talkshow ini diisi oleh dosen Ilmu Politik UB Juwita Hayyuning Prastiwi yang memberi materi tentang bagaimana posisi perempuan dalam dunia perpolitikan saat ini. Selain itu, sesi ini juga diisi oleh dosen Hubungan Internasional Karina Putri Indrasari serta Salma Safitri Rahayaan yang berbagi pengalamannya sebagai founder Sekolah Perempuan Desa.

 “Kami berbagi pelajaran seperti penyuluhan narkoba, hak asasi manusia sampai politik global dan lain-lain,” ujar Salma terkait kegiatannya di Sekolah Perempuan Desa. Selain itu, melalui pendidikan non-formal yang digagasnya untuk ibu-ibu desa, ia juga berbagi pengetahuan tentang hal-hal praktis.

Salma juga memaparkan kondisi perempuan di desa kesulitan mendapatkan pendidikan formal. Padahal, lanjut dia, pendidikan adalah syarat penting bagi setiap manusia untuk menjadikan dirinya bermanfaat. Menurutnya, banyak faktor yang mengahalang-halangi akses perempuan pada pendidikan seperti diskriminasi hingga pernikahan di usia muda. Hal-hal tersebut mendorong perempuan kelahiran Jayapura itu untuk memberikan akses pendidikan bagi perempuan.

Ketua pelaksana Prameswari Brawijaya Fadhilah berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini perempuan mendapat pandangan baru terhadap kaumnya dan dapat terinspirasi. “Harapannya setelah mengikuti acara ini perempuan memiliki rule dan paradigma perempuan modern yang berbeda dengan yang dulu,” ujar mahisiswi Ilmu Politik itu. (fam)

(Visited 160 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beda

Iklan

E-Paper

Popular Posts