Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Candra Malik, Berdakwah Lewat Jalur Kebudayaan

DAKWAH - Candra Malik, seorang budayawan Islam yang memilih berdakwah melalui jalur kebudayaan, ketika tampil dalam acara bertajuk "Cangkruk Rek!" di Laugboratorium Cafe, Selasa (19/4) malam
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
DAKWAH - Candra Malik, seorang budayawan Islam yang memilih berdakwah melalui jalur kebudayaan, ketika tampil dalam acara bertajuk "Cangkruk Rek!" di Laugboratorium Cafe, Selasa (19/4) malam

DAKWAH – Candra Malik, seorang budayawan Islam yang memilih berdakwah melalui jalur kebudayaan, ketika tampil dalam acara bertajuk “Cangkruk Rek!” di Laugboratorium Cafe, Selasa (19/4) malam. (Rifky/Perspektif)

Malang, PERSPEKTIF – Kegiatan dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan Islam tak hanya bisa dilakukan melalui khotbah. Candra Malik, salah satu budayawan Islam, memilih menyebarkan pesan-pesan Islam melalui jalur bermusik dan kebudayaan.

Candra Malik mengungkapkan ada tiga jalur penyebaran Islam di Indonesia. “Dari sejarahnya, ada tiga jalur penyebaran Islam di Indonesia. Yakni, jalur perdagangan, kebudayaan dan pernikahan,” ujarnya dalam kegiatan bertajuk Cangkruk Rek yang diselenggarakan di Laughboratorium Café, Selasa (19/4) malam. Dalam kegiatan ini, Candra bersama band Minladunka membawakan beberapa lagu yang menurutnya mengandung pesan-pesan luhur.

Ia mengakui jalur bermusik dan kebudayaan yang ditempuhnya ini kurang populer di masyarakat. Salah satunya disebabkan perdebatan mengenai halal-haramnya alat musik. Ia bercerita ketika akan manggung di Garut, ia sempat berdiskusi mengenai alat musik itu halal atau haram.

Selain itu, ia juga mengungkapkan perlunya cinta dalam pesan-pesan yang disampaikan. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam, Islam mengingatkan pentingnya cinta dalam masyarakat yang heterogen. “Kita harus memahami bahwa kita berbeda sekaligus sama. Dengan demikian akan menciptakan perbedaan yang indah tanpa perlu saling membenci,” ujar pria asal Jombang ini. (rip)

(Visited 89 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts