Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

LKM FISIP Masih Menanti Dana Pagu

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
myhome

PERJUANGKAN! – Spanduk besar berisikan orasi mengenai Dana Pagu LKM FISIP UB sudah terpasang semenjak tadi siang (24/3) di depan gedung LKM FISIP UB. (Biyan/Perspektif)

Malang, PERSPEKTIF –  Simpang siur kabar terkait dana pagu Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) masih bergulir. Hingga kini, dana pagu LKM itu belum menemui titik terang. Menyikapi permasalahan ini, sejak kamis (24/3), banyak spanduk-spanduk yang menuntut kejelasan dana pagu LKM.

Ditemui Kamis (24/3) sore, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP 2016 Wismoyo Bayu menyatakan pihaknya mewakili LKM FISIP telah melakukan upaya mencari kejelasan dana pagu ini.  Untuk itu mereka menemui Wakil Dekan (WD) II Ahmad Imron Rozuli dan kemudian WD III Akhmad Muwafik Saleh.

Dari pertemuan itu, DPM berhasil mendapat print out draft mengenai dana rill yang seharusnya didapatkan LKM pada tahun ini. “Dalam draft tertulis 782 juta rupiah untuk dana kemahasiswaan. Jika asumsi pembagian 70:30 maka sekitar 400-500 juta akan didapat LKM,” ujar Moyo. Mahasiswa komunikasi ini kemudian menegaskan bahwa data yang didapat ini masih perlu dikonfirmasi. “Data ini sifatnya masih sementara dan belum fix,” tegasnya.

Mengenai draft penetapan dana pagu WD III mengaku baru mengetahuinya setelah ada perwakilan LKM yang menyerahkan draft tersebut. “Saya baru tahu ada draft ini dari mahasiswa, katanya ini dari bagian penganggaran. Tapi jangan percaya dulu ini masih data mentah,” kata Muwafik ketika ditemui kemarin sore. Selain itu, menurut Muwafik belum ada pemberitahuan resmi dari bagian terkait yang mengatakan data itu valid.

Selanjutnya, Muwafik akan memastikan lagi kebenaran data yang diberikan oleh mahasiswa tersebut. Menurutnya, kepastian terkait dana pagu bisa didapat setelah rapat kerja penetapan. Ia menambahkan sebelumnya memang belum ada informasi tentang penetapan dana tersebut kepadanya, oleh karena itu ia menggunakan dasar nominal seperti tahun lalu (285 juta rupiah, red). “Saya sendiri belum dapat langsung dari bagian penganggaran. Belum diketahui juga sudah ada penetapan sehingga selama ini masih mengacu dana pagu tahun lalu,” tambah dosen Ilmu Komunikasi ini.

Menanggapi perkembangan ini Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fajar Surya Dewantara menyatakan sikap BEM sama dengan sikap teman-teman LKM, “Jadi ketika kita tetap harus mengawal hal ini kita sama dengan teman teman LKM, kita ingin menyatukan lagi persepsi bahwa informasi di atas mau kita sampaikan dulu. Intinya jika kita tetap satu koordinasi dan kita harus mengawal sampai minggu depan,” kata Fajar. (lkr/fam)

(Visited 488 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts