Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Nasib Sekretariat 4 LSO Belum Pasti

Malang, PERSPEKTIFSejak pemindahan sekretariat Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dari Gedung Kuliah Bersama (GKB) ke lingkungan FISIP tahun lalu, beberapa Lembaga Semi Otonom (LSO) belum mendapat sekretariat baru. Hingga kini, tercatat ada empat LSO yang belum memiliki sekretariat sendiri. Keempat LSO itu antara lain: Wolf, Kompas OA&ES, Blidz dan Sociomusica Choir.

Hingga saat ini, LSO yang sampai saat ini belum memiliki sekret terpaksa menempati ruangan di samping toilet di beberapa lantai Gedung Yogi Sugito dan berbagi dengan LSO lain. “Kita sekret-nya sekarang gabung sama Sociomusica. Kita mengalami kesusahan untuk menaruh barang-barang, kita kesusahan untuk cari titik kumpul, kalau ada sekret kan enak tinggal menentukan jam,” ungkap ketua umum LSO Wolf Bachrul Ilmi terkait kendala yang mereka alami.

Meski proses pembangunan sekretariat baru saat ini sedang berjalan, namun pembangunan di pojok belakang Gedung Darsono Wisadirana tersebut ternyata tak sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan sekretariat LSO. Tetapi pembangunan tersebut juga dilakukan untuk tempat parkir mobil dinas dan gudang. “Sejauh ini baru sampai tahap pertama yaitu pembangunan lantai satu. Lantai satu itu terdapat empat ruangan, dua ruangan untuk parkir mobil dinas dan dua lainnya untuk sekret sementara,” ujar kepala bagian Pengadaan Perencanaan Pembangunan FISIP Sutan Rachman, Rabu (16/03).

Sutan menerangkan bahwa proses pembangunan ini memang bertahap. Rencananya, setelah pembangunan lantai dua selesai, semua LSO yang belum mendapat sekretariat akan pindah ke lantai dua. “Hal tersebut masih saya usulkan ke PD 2. Sekret nanti rencananya di lantai dua,” terang pria berkacamata ini. Lebih lanjut, Sutan menambahkan pembangunan tersebut menggunakan sisa dana IKOMA. “Untuk pembangunan ini (lantai satu,red.) jujur kita menggunakan dana IKOMA yang tinggal sedikit yaitu sekitar 95 juta,” tambahnya.

Namun, ketika awak Perspektif meminta konfirmasi kepada Wakil Dekan II Ahmad Imron Rozuli, Jum’at (18/03), mengenai proses pembangunan yang sedang berlangsung di belakang Gedung Darsono Wisadirana, ia mengatakan sekretariat hanya akan dibangun di lantai 2. “Pembangunan yang sedang dilakukan tersebut sebagai tempat parkir kendaraan dinas dan juga gudang. Bukan sebagai sekret, masa sekret mau ditempatkan disamping tempat parkir mobil,” tutur Imron. Imron menambahkan, pembangunan sekretariat memang akan dilakukan di lantai dua gedung tersebut, namun menunggu sampai adanya dana yang tersedia.

Bachrul sekali lagi mengatakan bahwa dalam melakukan pembangunan sebaiknya dilihat dari urgensinya dahulu. “Kalau menurutku, urgensinya lebih penting untuk pembangunan sekret dahulu. Toh, halaman depan gedung Profesor Darsono Wisadirana masih layak untuk parkir mobil dinas dan mobil dosen. Sedangkan, kegiatan mahasiswa itu membutuhkan sarana lalu kenapa tidak mendahulukan kepentingan mahasiswa,” ungkap mahasiswa Hubungan Internasional 2014 tersebut.

Sedangkan, ketua umum LSO Blidz Syauqi Ayyash mengungkapkan bahwa sejak pindah dari GKB mereka sudah meminta untuk dibuatkan sekretariat. “Dulu pernah bilang kalau tribun akan dijadikan sekret,namun malah dijadikan yang lain. Nah, sekarang baru juga dibuatin tapi tidak tahu juga kapan jadinya. Harapannya nanti sekret yang baru akan lebih nyaman,” harap mahasiswa Ilmu Komunikasi 2014 itu. (ank)

(Visited 235 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts