Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Penggunaan Laboratorium FISIP untuk Kegiatan Akademik

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF Saat ini, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) memiliki delapan fasilitas ruang laboratorium yang dapat digunakan oleh mahasiswa. Laboratorium yang tersedia di FISIP antara lain laboratorium Sosiologi, laboratorium ilmu komunikasi, laboratorium psikologi, laboratorium hubungan internasional, laboratorium komputer, laboratorium bahasa inggris, LAPORA, serta ELPEDDA.

Ditemui di ruang laboratorium psikologi lantai 4 gedung A, (24/11), Ika Herani selaku kepala laboratorium psikologi menuturkan bahwa laboratorium berfungsi untuk menunjang kegiatan akademik. “Fungsi laboratorium sendiri untuk membantu proses pengajaran, terlebih untuk praktikum mahasiswa agar dapat mengembangkan soft skill dan hard skill mereka,” ujar dosen psikologi tersebut. Ika Herani menambahkan, di dalam laboratorium psikologi terdapat banyak alat psikologi sedangkan untuk buku – buku tidak disediakan dalam ruang laboratorium. “Ada berbagai macam alat tes psikologi, tetapi kami tidak menyediakan buku karena sudah ada di perpustakaan. Jadi hanya alat untuk membantu proses praktikum,” jelasnya. Semua mahasiswa psikologi wajib menggunakan laboratorium namun tidak terbatas untuk keperluan akademik saja. “Mahasiswa psikologi yang masuk pada semester tertentu dan ada mata kuliah praktikum, wajib datang ke lab. Pengguna lab juga bisa bagi mereka yang sedang melakukan penelitian,” terang wanita kelahiran malang itu.

Vivi Ariska salah satu mahasiswa psikologi mengatakan bahwa ia mulai melakukan praktikum di semester 5 dan laboratorium psikologi menyediakan alat – alat yang dibutuhkan. “Biasanya praktikum dilakukan di kelas, tapi karena aku menyusul jadi praktikum nya langsung di lab. Alat – alat tes yang ada di lab cukup lengkap” ujarnya. Namun ia berkomentar kondisi di ruang laboratium tidak terlalu mendukung. “Ruang lab nya sempit, bikin gak nyaman, gak bisa gerak bebas. Kapasitas lab untuk menampung mahasiswa kurang, jadi kalau mau pakai lab harus gantian, ada jadwalnya gitu,” ujar mahasiswa angkatan 2012 tersebut. (sfn)

(Visited 169 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beda

Iklan

E-Paper

Popular Posts