Malang, PERSPEKTIF Pihak Universitas Brawijaya (UB) mengeluarkan kebijakan baru terkait pemasangan stiker pada semua kendaraan civitas akademika UB, Kamis (26/11). Kebijakan tersebut tertulis di banner yang dipasang di beberapa titik lokasi di UB, salah satunya di sekitar pintu gerbang Jl. Veteran. Akan tetapi, mahasiswa UB sendiri tidak tahu-menahu tentang kebijakan tersebut.

“Saya belum tahu memang. Sosialisasi lebih lanjut belum tahu, cuma tahu dari grup dan menurut saya mendadak,” ungkap Ayu Magda kepada awak Perspektif tentang kebijakan UB tersebut, Jumat (27/11).

Menurut mahasiswi jurusan Ilmu Hubungan Internasional itu, sosialisasi terkait kebijakan itu masih kurang. “Tujuannya apa dan kalau yang punya kendaraan lebih dari satu gimana? Ketentuan-ketentuannya belum tahu secara detail.”

Di sisi lain, Fais mengaku sudah tahu tentang kebijakan itu. Namun, sama seperti Ayu, mahasiswa jurusan Manajemen itu juga tidak tahu mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut secara teknis, seperti di mana harus mendapatkan stiker.

Sesuai dengan isi banner, semua kendaraan yang masuk UB wajib berstiker yang dikeluarkan oleh pihak UB. Sedangkan kendaraan yang tidak berstiker akan dilarang memasuki kawasan UB. Untuk kendaraan tamu, semua harus masuk melalui pintu gerbang Jl. Veteran dan mengambil kartu tamu. Peraturan tersebut direncanakan berlaku pada bulan Desember tahun ini.

“Kalau soal peraturan itu lebih baik tanyakan ke pihak rektorat langsung, ke Kasubagnya,” jelas Prijo Fermanto selaku Kepala Kemanan UB ketika dikonfirmasi mengenai adanya kebijakan tersebut.

“Saya sedikit banyak tahu, memang ada wacana soal itu. Tapi saya belum dapat intruksi apa-apa,” lanjut Prijo.

Sampai berita ini diturunkan, Siti Marfuah, selaku Kasubag Bagian Sarana dan Prasana tidak bisa dihubungi. (anw)

(Visited 103 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here