Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

UB Tunjukkan Karya-Karya Mahasiswanya Lewat Creator Fest 2015

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Prototype Mobil Ramah Lingkungan karya mahasiswa Brawijaya nampak terpajang di tengah Bazaar Creator Fest Universitas Brawijaya, Rabu (19/11).
(Kumba/Perspektif)
Malang, PERSPEKTIF – Puluhan karya seni dan beberapa stand yang menyuguhkan beberapa produk-produk kreativitas mahasiswa Universitas Brawijaya masih nampak terpampang dalam perhelatan hari kedua acara Creator Fest 2015 yang diselenggarakan di Samantha Krida, Rabu (18/11) kemarin. Acara yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya (UB) ini telah memasuki tahun kedua dan diikuti lebih dari seratus peserta.
“Adapaun rincian untuk jumlah peserta yang ikut menampilkan karyanya di Creator Fest ini adalah dari bidang teknologi sebanyak 33 Karya, Pameran PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) sebanyak 11 karya, dan bidang seni sebanyak 93 karya yang  berasal dari berbagai lintas fakultas,” ujar Rakiwana Tria Gunawan selaku ketua pelaksana acara Creator Fest 2015.
Acara Creator Fest adalah pameran karya, baik karya ilmiah maupun karya seni dari Mahasiswa Brawijaya, yang merupakan ajang terbesar dalam pameran karya mahasiswa yang digelar oleh UB. Creator Fest 2015 dimeriahkan dengan berbagai pameran karya seni, bazaar karya ilmiah dan produk-produk PKM, talkshow, dan berbagai pertunjukkan kesenian.

“Target kita adalah mengapresiasi karya-karya hebat dari mahasiswa Brawijaya. Kami ingin menunjukkan bahwa inilah karya terbaik dari anak-anak Brawijaya, baik dari kalangan mahasiswa Brawijaya maupun umum,” tambah Rakiwana.

Sementara itu, salah satu peserta bazaar teknologi Creator Fest, Miftakhul Ikhsan, yang memamerkan teknologi pertanian alternatif dengan metode aeroponik memaparkan, bahwa dalam acara Creator Fest Ini ia ingin mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang metode alternatif dalam bercocok tanam.

“Proyek ini sebenarnya berawal dari proyek tugas praktikum dan sudah berlangsung sejak Mei 2015. Metode Aeroponik ini didesain khusus dalam hal pengembangan tenik pertanian dalam lingkup perkotaan. Harapannya, kami ingin lebih mengenalkan lagi kepada masyarakat tentang berbagai macam metode alternatif dalam bercocok tanam,” ungkap mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB itu. (kmb)
(Visited 95 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts