Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

HIMAHI Menyongsong Diplomasi Digital

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Malang, PERSPEKTIF– Rangkaian peringatan ulang tahun HI ke-8 masih berlanjut. Senin (21/9) di Hotel Swiss Bellin, program studi Hubungan Internasional (HI) mengadakan Seminar Internasional dengan mengusung tema “Digital Diplomacy: A New Alternative To Leverage Power Digital Era.”  

Huwaina Lutfita selaku Ketua Pelaksana Seminar Internasional tersebut mengungkapkan tentang alasan di balik pemilihan tema. “Traditional diplomacy itu sudah out of date. Kita hidup di digital era kemudian negara-negara lain seperti Polandia dan Europan Union sudah menerapkan diplomasi digital.”

Mahasiswi angkatan 2014 itu menambahkan, tujuan diadakannya seminar tersebut untuk mengkomparasikan diplomasi digital di Indonesia dengan diplomasi digital di negara-negara lain. 


Huwaina juga mengungkapkan jika peserta seminar internasional beragam. Selain mahasiswa HI sendiri, terdapat mahasiswa dari fakultas lain di Universitas Brawijaya. Adapula mahasiswa internasional di Universitas Brawijaya, mahasiswa Universitas Jember, mahasiswa Universitas Muhammadiyah, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Asia Youth Leadership Association (AYLA).
 

“Menurutku sih acarnya bagus, linier sama  studi anak HI. Yang jelas, HIMAHI harus buat acara seperti ini untuk selanjutnya,” ungkap Ibrahim Rif`at Adlan, salah satu mahasiswa HI yang mengikuti seminar.


Namun mahasiswa yang akrab dipanggil Baim tersebut cukup menyayangkan keterlambatan acara sampai satu jam lebih. Apalagi mahasiswa Universitas Jember sempat melontarkan protes atas keterlambatan tersebut.


Seminar yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.00 WIB itu menghadirkan empat pemateri sekaligus. “Ada dari Universitas Brawijaya HI, Dian Mutmainah selaku kepala program studi HI. Ada dari Kementrian Luar Negeri, Odo Manuhutu. Ada dari Kedutaan Polandia, Maciej Duszynski. Kemudian ada dari Europan Union, Julio Aras,” pungkas Huwaina. (kmb/aw)
(Visited 58 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts