Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tumbuhkan Kecintaan Lewat Atribut Ospek

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
SIMBOL – Simbolisasi Atribut Ospek oleh Perwakilan Mahasiswa (Marwah)
Malang, PERSPEKTIF – Rabu pukul 06.00 (2/9), area samping gedung B Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) ramai oleh mahasiswa baru (maba) yang berbaris untuk menanti upacara pembukaan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PK2MABA) FISIP 2015. Darsono Wisadirana selaku dekan FISIP UB memberikan sambutan ketika pembukaan berlangsung. Dalam sambutannya beliau menyinggung mengenai bertambahnya kuota maba FISIP pada tahun 2015. Ia mengatakan mahasiswa FISIP tahun lalu berjumlah 1.200 mahasiswa. 
Tetapi, pada tahun ini jumlah kuota mahasiswa baru FISIP yang seharusnya turun malah bertambah menjadi sekitar 1.291 mahasiswa. “Kita memprediksikan 10-20% mahasiswa tidak daftar ulang karena mereka juga diterima di universitas lain, tetapi kenyataannnya prediksi itu terjadi. Mereka mendaftar semua,” ujar pria yang menjadi Dekan FISIP sejak 2006 itu.
Banyaknya mahasiswa yang datang dari berbagai kota di Indonesia menjadi alasan bagi panitia untuk mengusung tema “Satu Ngalam Satu FISIP”. Panitia memperkenalkan budaya malang kepada seluruh maba yang berasal dari latar belakang daerah yang berbeda. “Disini kita ingin mempersatukan maba FISIP yang datang dari daerah yang berbeda-beda dengan kesadaran mereka bahwa sekarang mereka tinggal di Malang,” jelas koordinator acara PKK maba Riri Endiani Febrian. Ia menambahkan, untuk branding mengenai tema PKK maba tahun ini maka panitia menerapkan panggilan sam dan mbak kepada maba agar mereka lebih mengenal kebiasaan warga Malang, wali’an. Selain itu, Atribut yang di bawa oleh para maba FISIP juga memiliki identitas budaya Malang yaitu terletak pada name-tag yang mereka kenakan, kalimat ayas ksatria FISIP pada name-tag. 
Berbeda dengan tahun lalu, simbol sebagai mahasiswa UB ditunjukan dengan penggunaan almameter selama satu semester atas permintaan pak muwafik. “Memakai almamater juga merupakan salah satu cara untuk membuat mereka bangga akan Universitas Brawijaya,” ujar mahasiswi jurusan ilmu komunikasi tersebut. Sedangkan simbol untuk menunjukan kecintaan terhadap FISIP ditujukan dengan penggunaan syal dan ikat kepala orange. “Kita ingin menunjukan identitas FISIP lewat warna oranye. Slayer yang digunakan juga nantinya akan berguna untuk acara outbound,” Tutupnya. (nnd/sna)
(Visited 134 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts