Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

80% Tugas Online, Alat Ospek Masih Banyak Dijual

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Malang, PERSPEKTIF – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PKKMU) Univeristas Brawijaya (UB) 2015 (09/01) masih mewajibkan mahasiswa baru (maba) membawa barang bawaan yang diperlukan. Dalam kegiatan PKKMU 2015 terdapat dua macam tugas yang harus dikerjakan maba, yakni tugas online dan offline.

Persentasenya adalah 80% untuk tugas online dan 20% tugas offline. 80% tugas online berbentuk essai yang harus dibuat sendiri oleh maba. Sedangkan, 20% tugas offline yang ditugaskan pada tahun ini seperti, bag tag, name tag, roti, air, sandal serta buku pegangan yang berlogo Raja Brawijaya 2015. Hal inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh beberapa pedagang perlengkapan PKKMU untuk memperoleh keuntungan.

Ketua Pelaksana PKKMU 2015 Djairan mengungkapkan panitia menyiapkan 80% tugas online menggunakan barcode. Penggunaan barcode bertujuan menyiasati kemungkinan maba membeli perlengkapan PKKMU. Menanggapi banyaknya penjual perlengkapan PKKMU mahasiswa Fakultas Hukum tersebut mengutarakan bahwa masih ada kemungkinan penjualan perlengkapan PKKMU meski panitia telah mengupayakan unuk meminimalisirnya.

Perihal sistem barcode tugas yang diusulkan untuk keamanan yang masih belum efektif karena tetap dapat diakses oleh penjual tugas dianggap wajar oleh Koordinator Acara PKKMU, Didin. “Kita sudah berusaha sebaik mungkin untuk berkoordinasi dalam mengantisipasi kebocoran tugas, akan tetapi apabila penjual masih bisa mengakses itu merupakan hal biasa,” tambah mahasiswa jurusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini.

Ia pun mengatakan bahwa hingga saat ini, ia belum dapat memberikan sanksi lebih lanjut atau teguran kepada penjual karena belum ada SK yang turun. “Kita tidak bisa memberikan sanksi karena belum dapat dipastikan apakah yang jual mahasiswa atau bukan, selain itu tidak ada SK Rektor untuk memproses sampai kesana,” tambah pria kelahiran Bukit Tinggi itu. Ia berharap hal ini dapat menjadi masukan terhadap kegiatan ospek PKKMU mendatang. (nnd/sna)

(Visited 171 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts