Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Kebijakan KRS Online Masih Digodok

Malang, PERSPEKTIF – KRS online adalah program yang diusung oleh Advokesma BEM FISIP UB pada acara FISIP Bercerita Vol. 1 (28/5) yang pada akhirnya melahirkan kesepakatan antara mahasiswa FISIP dengan jajaran dekanat bahwa mahasiswa diusahakan tidak perlu melakukan konsultasi dosen pendamping akademik secara tatap muka pada saat liburan semester genap dan ganjil dan mengumpulkan berkas fisik KRS pada pekan pertama masuk semester baru.

“Kebijakan ini kami usahakan segera selesai, mahasiswa bisa melakukan konsultasi pada dosen pendamping sebelum libur semester” ujar Kepala sub bagian akademik, Harnanto.

Mahasiswa tidak bisa seratus persen melakukan KRS online tanpa melakukan konsultasi kepada dosen pendamping terlebih dahulu. Fungsi pendamping selain sebagai pengarah pengambilan mata kuliah yang akan ditempuh agar tidak terjadi kesalahan dan masalah pada semester selanjutnya juga sebagai syarat mendapatkan akreditasi fakultas dari DIKTI.

“Akreditasi mensyaratkan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki dosen wali.” Lanjut pria murah senyum ini.

Keputusan untuk melaksanakan konsultasi KRS sebelum waktu libur semester juga harus disetujui oleh dekanat, sub bagian akademik dan juga jurusan/prodi. Jurusan/prodi memiliki peranan penting mengenai pemrograman mata kuliah mana yang harus diambil oleh mahasiswanya.

“Jika nanti prodi/jurusan belum siap melakukan jadwal konsultasi sebelum libur semester, maka untuk semester depan mahasiswa masih melakukan sistem KRS sama dengan semester yang lalu. Jadi keputusan ini harus disetujui oleh beberapa pihak yang terkait, bukan dari satu pihak saja.” Lanjut pria ramah itu saat ditemui di ruang kerjanya.

Ditemui di lain waktu, Staf Advokesma BEM FISIP UB, Revienda, mengatakan bahwa dari pihak Advokesma akan berusaha untuk segera mewujudkan wacana ini dengan menerbitkan pres release yang ditandatangani oleh kepala sub bagian akademik, pembantu dekan I dan pembantu dekan III. Advokesma BEM FISIP UB juga berusaha untuk terus melakukan follow-up mengenai wacana tersebut.

“Advokesma BEM FISIP UB akan terus berusaha agar kebijakan ini bisa terwujud, kalau bisa secepatnya karena mengingat waktu pergantian semester yang semakin dekat dan perlu adanya sosialisasi mengenai hal ini kepada seluruh mahasiswa FISIP.” Ujar mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan ini. (iww)

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts