Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tuhan Telah Mati

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
“Tuhan Telah Mati”
Berani sekali Nietzsche;  Apa yang dimaksudnya berkata “Tuhan Telah Mati”
pikir anak polos ini dalam keimanan nya yang masih sangat rapuh
Aku masih memikirkannya dalam kebutaan akan  kebingasan manusia saat itu
Namun aku tau sekarang
Mata ini t’lah melihat pemberitaan yang begitu  menyayat hati; tak habis pikir
Bagaimana bisa orang saling berlomba membuat dosa?
Saling membunuh antar mereka yang pernah mengucap cinta
Memperkosa dalam artian yang paling hina demi kepuasan nafsu buas mereka
Sebegitu rusak kah moral kita makhluk bumi?
Tak tersisakah Dia dalam hatimu sebagai pengendali moral mu?
Aku mulai ketakutan sayangku..
Aku takut aku akan berkata “ya” pada Nietzsche
Tuhan Telah Mati; Mati dalam hati mereka yang mematikan Nya dari diri mereka
Terkubur oleh sifa bengis, dengki dan arogansi murahan itu
Tuhan Telah Mati dalam dirimu para binatang bertopeng manusia
Pembunuh hak saudara-saudarimu yang pernah hangat dalam benang kasih
Lepaskan topengmu sialan!
*Apriatni Nur K

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Saat ini ia aktif sebagai anggota LPM Perspektif.
(Visited 76 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts